oleh

Tweet Terakhir Sutopo Purwo Nugroho Sebelum Wafat

JAKARTA – Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou China, sekira pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB, Ahad (7/7/2019).

Dia wafat setelah menderita kanker paru-paru yang didiagnosis sejak Desember 2017. Dia ke China untuk menjalani pengobatan kanker yang dirasakannya kian mengganas.

Meski demikian, dia tak lelah untuk terus memberikan informasi tentang bencana alam di Indonesia melalui akun twitter.

Dalam tweet terakhirnya, 15 Juni 2019, Sutopo Purwo Nugroho memposting sebuah gambar tanpa keterangan.

Hal ini di luar kebiasaan pria yang telah mendapatkan berbagai penghargaan tersebut. Dalam setiap postingan gambar, dia selalu memberikan keterangan terkait foto tersebut.

Namun begitu, jika dilihat secara seksama, gambar yang dipostingnya tersebut masih terkait dengan bencana di Indonesia. Foto itu berbicara tentang data hotspot di sejumlah wilayah Indonesia.

Postingan itu mendapatkan respons dari para netizen. Ada 471 like, 83 retweet, dan 308 komentar.

“Luar biasa ini pak topo, twit terakhir nya foto indonesia dong tanpa pake caption apa2 seakan memberi tahu kalo, apapun sikon nya, indonesia selalu ada di benak bapak,” tulis @renisariputri yang dikutip laman Liputan6.

Sutopo Purwo Nugroho merupakan sosok yang giat memberikan data akurat terkait bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. Meski mengidap kanker paru stadium 4, dia tidak menyerah melawan berbagai berita yang simpang siur dan informasi bohong alias hoaks terkait bencana.

Untuk terus semangat dalam bertugas, dia berpesan agar kita dapat mencintai pekerjaan, apapun bentuknya. Janganlah besar kepala karena jabatan, tetapi besarkanlah jabatan tersebut dengan ketekunan.

Sabtu, 15 Juni 2019, Sutopo mengunggah video yang menampilkan suasana terminal keberangkatan luar negeri di Bandar Udara Soekarno Hatta. Dengan suara lirih, dia berpamitan dan mohon doa restu melalui video tersebut.

“Saat ini saya masih di Bandara Internasional Soekarno Hatta dalam rangka menuju ke Guangzhou China untuk berobat dari penyakit kanker yang makin menggerogoti dan makin menyakitkan. Saya mohon doa restu kepada seluruh rekan-rekan agar bisa sembuh dari sakit kanker ini, bisa terus berkumpul dengan keluarga, dan berkumpul dengan teman-teman,” ucapnya.

Dalam video tersebut, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa keputusan berangkat ke Guangzhou adalah sebagai bentuk ikhtiar untuk mengobati kanker paru stadium IV yang dideritanya.

“Saya lakukan ikhtiar dan berobat ke luar negeri karena kondisi di rumah sakit disampaikan hasil dari scan sudah menyebar rasanya makin menyakitkan.”

Berdasarkan keterangan pada caption unggahannya di Instagram, dia akan berada di Guangzhou selama satu bulan.

“Saya di Guangzhou selama satu bulan. Maaf jika tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat,” tulis Sutopo dalam unggahannya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed