oleh

UPT Lutim Sosialisasikan Insentif PKB

MALILI– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menggratiskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) penyerahan kedua mulai tahun buat 2015 ke bawah. Berlaku hingga Desember 2019. Bapenda juga memberikan insentif untuk PKB.

Hal ini terungkap pada sosialisasi pajak yang diselenggarakan UPT Pendapatan Wilayah Luwu Timur (Lutim), Selasa (9/7/2019) di Cafe 533 Puncak Indah Malili.

Sosialisasi dibuka Sekretaris Bapenda (Sekban) Sulsel Andi Winarno Eka Putra mewakili Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman M.Si yang juga membawakan materi tentang pajak daerah.

Balik nama secara cuma-cuma ini diberikan kepada kendaraan bermotor angkutan umum orang yang akan mengubah status kepemilikannya dari perseorangan menjadi berbadan hukum yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan  umum orang dalam trayek/tidak dalam trayek.

Dalam materinya, Winarno yang didampingi Kepala UPT Pendapatan Wilayah Lutim H. Abdul Haris, mengatakan,  sosialisasi pajak daerah ini digelar untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelayanan samsat.

Sosialisasi ini juga dihadiri Kanit Regident Samsat Luwu Timur Ipda Sarifuddin SH dan Jasa Raharja Perwakilan Luwu Timur Brilian Arie. Kegiatan ini dihadiri sekitar seratus peserta yang berasal dari Pemkab Luwu Timur, tokoh masyarakat, dan masyarakat Luwu Timur.

Menurut sekban, pajak adalah kontribusi wajib seseorang atau badan hukum kepada negara yang bersifat memaksa. Karena memaksa, pajak harus dibayarkan oleh masyarakat.

Dijelaskan, pajak yang dikelola Provinsi Sulsel berbeda dengan pajak yang dikelola kabupaten/kota. Pajak yang dikelola provinsi sebanyak lima jenis yakni pajak kendaraan bermotor (PKB) yang ditujukan kepada pemilik kendaraan bermotor.

Kemudian bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yakni pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha.

Bapenda Sulsel juga mengelola pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yakni pajak atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan (PAP) yakni pajak atas pengambilan atau pemanfaatan air permukaan, serta pajak rokok, yaitu pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah daerah.

Dari pajak yang dikelola provinsi, Pemkab Lutim mendapat dana bagi hasil (DBH) dari pajak yang dikelola Bapenda Sulsel. Hingga Mei 2019, Pemkab Lutim menerima DBH sebesar Rp 57.905.611.680 yang terdiri dari PBBKB Rp 15.582.523.936, PKB sebesar Rp 5.335.669.847, BBNKB sebesar Rp 4.297.839. 353, AP Rp 29.889.761.676, dan pajak rokok sebesar Rp 2.779. 816.867.

Sementara pajak yang dikelola kabupaten/kota adalah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Bapenda Sulsel juga memberikan insentif pada wajib pajak berdasarkan peraturan gubernur nomor 14 tahun 2019 tentang insentif PKB dan BBNKB angkutan umum.

Insentif PKB  dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum orang ditetapkan sebesar 70 persen dari dasar pengenaan PKB. Sementara insentif PKB dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum barang ditetapkan sebesar 50 persen dari dasar pengenaan PKB.

“Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk mendapatkan insentif pajak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan, wajib pajak yang akan mengurus perizinan di Pemprov Sulsel diharuskan melunasi pembayaran pajaknya yang diberi Konfirmasi Status Wajib Pajak yang disingkat KSWP.

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, lanjutnya, Bapenda Sulsel meluncurkan berbagai layanan antara lain pembayaran PKB melalui Indomaret, pembayaran PKB menggunakan mesin EDC / kartu debit, pembayaran PKB ATM Bank Sulselbar dan mobile banking Bank Sulselbar.

Juga sudah bisa pembayaran pajak link yakni pajak daerah lain bisa dibayarkan di Soppeng, pelayanan melalui gerai, drive thru, samsat keliling, samsat lorong, dan masih banyak lagi.(*)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed