oleh

Ratu Tisha Jadi Bulan-bulanan di Media Sosial

Buntut penundaan leg Final piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta, Sekjen PSSI Ratu Tisha jadi bulan-bulanan di media sosial, Senin (29/7/2019).

Ratu Tisha yang menandatangani surat penundaan laga final yang sedianya di gelar di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta itu dianggap sebagai biang kerok.

Akun instagram Ratu Tisha @ratu.tisha dibanjir komentar sindiran, cacian dan makian.

Hampir setiap postingan Ratu Tisha di akunnya menjadi tempat suporter PSM menumpahkan kekesalannya. Dua Postingan terakhirnya bahkan mendapat hampir 10 ribu komentar.

Komentar mereka hampir semuanya bernada bully.

Berikut bebrapa di antaranya:

@firman_imman:

Anda pantas d perikasa… Krn menyebar hoax makassar tdk aman. padahal bpk walikota kami dan bpk kapolda sulsel sudah hadir di lapangam dan jadi jaminan.y anda adalah wanita hoaxxx.

@ilhawsusi:

Semoga panjang umur yahh, ingat karma mbaknya

@irfan_hasbi.15

Dan akhirx dirimu pun banjir sumpah.. selamat hari ini kamu pemenangnya..

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ), memutuskan untuk menunda pelaksanaan partai final leg kedua Kratingdaeng Piala Indonesia, antara PSM Makassar dan Persija Jakarta.

Laga ini sedianya akan diselenggarakan di Stadion Andi Mattalatta, Matoanging, Makassar, Minggu (28/7/2019) pukul 16.30 Wita.

“Atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, laga final kedua Kratingdaeng Piala Indonesia kami tunda,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria dilansir dilaman resmi PSSI.

Menurut Ratu Tisha, PSSI akan segera memutuskan waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan final leg kedua anata PSM Makassar vs Persija secepatnya.

“PSSI mempercayakan pengembangan sepak bola di Makassar,” jelas Ratu Tisha.

Siapa Sosok Ratu Tisha?

Ratu Tisha Destria terpilih menjadi Sekjen PSSI wanita pertama yang bertugas dari 2017 hingga 2020.

Menjabat sebagai Sekjen PSSI, Ratu Tisha menggantikan Ade Wellington yang sebelumnya telah memilih mundur dari jabatan tersebut.

Rupanya, pemilihan Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI bukan tanpa alasan.

Meskipun namanya belum akrab di telinga publik, namun kiprah yang dimilikinya di dunia bola cukup moncer.

Selain menjadi manjer, Ratu Tisha turut dalam mengurusi persiapan pertandingan, menyusun data klub, jadwal latihan, dan kalender pertandingan hingga PS ITB sempat melakukan promosi ke Divisi Utama pada masanya.

Menyelesaikan pendidikan di ITB tahun 2008, Ratu Tisha langsung menerima tawaran pekerjaan di jasa perminyakan Schlumberger.

Setelah empat tahun bekerja, Ratu Tisha memilih keluar dan fokus untuk membesarkan LabBola.

Ratu Tisha berperan sebagai CoFounder di LabBola yang bergerak di bidang statistik olahraga khususnya sepak bola.

LabBola menawarkan jasa penyediaan data statistik performa tim yang nantinya data tersebut akan digunakan untuk membantu tim dalam mengajukan proposal ke sponsor.

Ratu Tisha merupakan lulusan FIFA Master tahun 2013 silam. Dia masuk di antara 28 peserta yang lolos dari 6.400 pendaftar.

Di FIFA Master, Ratu Tisha berhasil mendapat gelar Master of Art dan meraih peringkat tujuh.

Program FIFA Master diselenggarakan oleh International Centre for Sports Studies yang menggandeng beberapa universitas dan mempelajari tentang Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Pada 2016, Ratu Tisha pernah menjadi operator Turnamem Torabika Soccer Championship (TSC) yang menempatkannya di posisi Direktur Kompetisi dan Regulasi.

Atas peran inilah, Ratu Tisha berhasil mendapat kepercayaan dan hormat dari anggota asosiasi provinsi dan pengurusan klub Tanah Air.

Tak tanggung-tanggung, dia ternyata menguasai lima bahasa asing sekaligus, di antaranya Baha Inggris, Jepang, Jerman, Belanda, dan Italia.

Di sosial media Instagram, Ratu Tisha tampak jarang memainkan aplikasi terlarus itu. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *