oleh

Karaeng Pattingalloang Dianugrahi Tanda Jasa Bintang Budaya Parama

Sulselonline.com – Presiden Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dianggap sudah banyak berjasa di Indonesia.

Karaeng Pattingalloang, Perdana Menteri Kerajaan Gowa dan Raja Tallo, ini juga mendapat tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.

Dalam bahasa Sansekerta, parama  berarti sangat bagus. Sedangkan dharma bermakna hukum, kebenaran, kebaikan. Tanda kehormatan ini dianugerahkan pemerintah Indonesia sebagai tanda kehormatan yang tertinggi bagi mereka yang berakhlak dan berbudi pekerti baik serta berjasa besar di bidang budaya.

Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang (I Mangadacinna Daeng Sitaba, Karaeng Pattingalloang), adalah tokoh intelektual dan seorang perdana menteri dari Kerajaan Tallo yang memerintah dari tahun 1641 sampai dengan 15 September 1654. Karaeng Pattingalloang tersohor karena ketertarikannya yang tinggi pada ilmu pengetahuan barat pada masa itu.

Pemberian tanda kehormatan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2019). Penghargaan ini diberikan sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI.

Pemberian tanda jasa kehormatan ini merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2019.

Berikut adalah nama-nama penerima tanda kehormatan:

Bintang Mahaputera Utama

  1. Harifin Andi Tumpa (Ketua MA periode 2009-2012)
  2. Prof Moermahadi Soerja Djanegara (Ketua BPK periode 2017-sekarang)
  3. Hadi Poernomo (Ketua BPK periode 2009-2014)
  4. Prof Harry Azhar Azis (Ketua BPK periode 2014-2017)

Bintang Mahaputera Naraya

  1. Arifin Panigoro (Pendiri dan penasihat PT. Medco Internasional Tbk)
  2. Sofjan Wanandi (Ketua tim ahli Wakil Presiden)
  3. Almarhum Tengku Nasaruddin Said Effendy (Akademisi dan budayawan)
  4. Almarhumah Siti Maryam Muhammad Salahuddin (Ilmuwan kebudayaan daerah/kebudayaan Bima)

Bintang Jasa Utama

  1. Abdul Kadir Mappong (Wakil Ketua MA bidang Yudisial periode 2009-2013)
  2. Ahmad Kamil (Wakil Ketua MA bidang non-Yudisial periode 2009-2012)
  3. Prof Mohammad Saleh (Wakil Ketua MA bidang Yudisial periode 2013-2016)
  4. Suwardi (Wakil Ketua MA bidang non-Yudisial periode 2014-2017)
  5. Alm Syamsuhadi Irsyad (Wakil Ketua MA bidang non-Yudisial periode 2004-2007)
  6. Prof Maria Farida (Hakim Konstitusi periode 2013-2018)
  7. Achsanul Qosasi (Anggota III BPK periode 2017-2019)
  8. Isna Yatun (Anggota V BPK periode 2017-sekarang)
  9. Darmono (Wakil Jaksa Agung periode 2009-2013)
  10. Djaman Andhi Nirwanto (Wakil Jaksa Agung periode 2013-2016)
  11. Soedarmo (Dirjen Polpum Kemendagri)
  12. Ronny Franky Sompie (Dirjen Imigrasi Kemenkumham)
  13. Prajogo Pangestu (Presiden Komisaris PT. Barito Pacific Tbk)
  14. Theodore Permadi Rachmat (Wakil Presiden Komisaris PT. Adaro Energy Tbk)
  15. Almarhum Prof Eddy Mulyadi Soepardi (Anggota VII BPK periode 2014-2019)

Bintang Jasa Pratama

  1. Ardan Adiperdana (Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan periode 2015-sekarang)
  2. Syarif Fasha (Wali Kota Jambi periode 2013-2018 dan 2018-2023)

Bintang Jasa Naraya

  1. Nur Rochmad (Jaksa Agung Muda Pidana Umum periode 2015-2019)

Bintang Budaya Parama Dharma

  1. Almarhum Moehammad Sjafei (Guru dan pendiri INS Kayutanam Prov Sumatera Barat)
  2. Almarhum Karaeng Pattingalloang (Perdana Menteri Gowa dan Raja Tallo)
  3. Almarhumah Prof Siti Baroroh Barried (dosen fisiologi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed