oleh

Sebanyak 5.195 Peserta Minum Kopi Serentak Gunakan Kararo Khas Toraja

TANA TORAJA – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, memimpin prosesi meminum kopi serentak menggunakan Kararo atau tempurung kelapa, Sabtu (31/8/2019).

Acara ini untuk memecahkan rekor MURI meminum kopi serentak dengan peserta terbanyak. Sebagai rangkaian acara meriahkan puncak perayaan HUT ke 62 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke 772.

Perwakilan Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) mengumumkan, peserta yang berpartisipasi meminum kopi menggunakan Kararo sebanyak 5.195 peserta dan sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya berjumlah 4.000 peserta.

Piagam diserahkan oleh Perwakilan Musium Rekor Republik Indonesia (MURI) ke Bupati Tana Toraja dan disaksikan Direktur Pemasaran dan Produksi Kementerian Perdagangan RI.

Selain minum kopi dengan peserta terbanyak, juga dilakukan lelang sembilan jenis Kopi Toraja yang juga dilakukan untuk memecahkan Rekor MURI.

Selanjutnya, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menyampaikan, sejumlah karya nyata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dirinya menjadi hadiah untuk masyarakat di HUT ke 62 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke 772.

Pihaknya, mengucapkan terima kasih atas karya nyata tersebut, serta atas kehadiran Andi Sudirman Sulaiman pada acara tersebut.

Sementara, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan permohonan maaf Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah atas ketidakhadirannya di acara ini.

“Saya mewakili Pak Gubernur, Pak Prof Nurdin Abdullah, menyampaikan permohonan maaf beliau, dikarenakan ada hal mendesak yang tidak dapat beliau tinggalkan, sehingga tidak bisa hadir di sini,” ucapnya.

Di hadapan masyarakat Toraja, dia menyampaikan, bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat. Karena itu, bersama Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, dia akan mewujudkan social justice di Sulsel.

“Alhamdulillah di tahun pertama pemerintahan bersama Pak Prof Nurdin Abdullah, sudah memberikan kerja nyata untuk Toraja,” ujarnya.

Adapun karya nyata yang dimaksud, salah satunya di Toraja Utara, yakni pelebaran jalan di perbatasan Toraja Utara – Luwu, dari Tugu Tedong Bonga hingga ke Kecamatan Rantebua.

Kemudian, jalan poros Rantepao – Sadan – Batusitanduk. Ada pula poros jalan Rantepao – Singki – Madandan Rantetayo, serta jalan Rantepao – Tikala – Baruppu.

Sedangkan di Tana Toraja, yakni ruas jalan poros Makale – Rantepao dan akses pariwisata Bandara Buntu Kuni.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperhatikan daerah terpencil, yaitu Simbuang dan Mappak, dengan memperbaiki infrastruktur jalan sepanjang sebelas kilometer, yakni jalan poros Passobo’  – Matangli – Balepe’.

“Alhamdulillah, saya sudah berkunjung ke Simbuang dan InsyaAllah Tahun 2020 akan dibangun jalan sepanjang 50 kilometer, dari Pasobo tembus Simbuang,” jelasnya.

Dia berpesan agar masyarakat Toraja selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan hoax, yang memicu disintegrasi. Dan mari berdoa agar saudara kita di Papua, bisa kembali berdamai karena kita adalah Indonesia,” tutupnya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed