oleh

FKN XIII Tana Luwu: Revitalisasi Peran Keraton dalam NKRI

PALOPO – Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tana Luwu 2019 resmi digelar, pembukaan ajang seni dan budaya nasional ini digelar di Lapangan Pancasila Kota Palopo, Senin kemarin.

Datu Luwu X La Maradang Mackulau Opu To Bau, yang diwakili Opu Pabbicara, HM Luthfi A Mutty, menyampaikan pentingnya revitalisasi peran Keraton dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai salah satu institusi yang berperan penting dalam membentuk NKRI, maka perlu revitalisasi peran Keraton dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan FKN ini sudah harus membicarakan yang lebih substansial. Bukan lagi bersifat seremonial belaka.

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu menyebutkan, Keraton se Nusantara saat ini harus jadi penangkal kebudayaan asing, sebab identitas harus terus dijaga.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah meminta kepada para pemimpin Kerajaan atau Kesultanan untuk mempererat silaturrahmi dan melestarikan budaya leluhur.

Menurutnya, ajang bertaraf nasional tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk menjaga kebhinekaan dan melestarikan budaya serta tradisi setiap wilayah.

“Festival Keraton Nusantara ini dapat kita jadikan moment untuk lebih mempererat silaturrahmi, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta melestarikan adat, budaya serta tradisi yang ada di kerajaan atau kesultanan,” jelasnya.

Sedangkan, Ketua Panitia Pelaksana FKN XIII Tana Luwu 2019, Brigjen TNI (P) Muslimin Akib mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tana Luwu atas kerjasama dan partisipasinya, sehingga acara pembukaan serta beberapa rangkaian acara lainnya dapat dilaksanakan dengan baik.

Pagelaran FKN kali ini merupakan yang ke 13 dalam kurun 24 tahun sejak pertama kali digelar pada tahun 1995.

Dalam pembukaaan FKN XIII Tana Luwu 2019 ini ditampilkan tari kolosal Manurung RI Tana Luwu dan pertunjukan aksi polisi cilik. Juga karnaval budaya dan kesenian dari perwakilan 26 Kerajaan dan Kesultanan.

Diakhiri dengan penyerahan Ulos oleh Penasihat Kesultanan Mangun Tua (Raja Matahari) dari Sumatera Utara, H Edi Zulkarnain kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Wali Kota Palopo Judas Amir, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Selanjutnya, pada Selasa 10 September ini, dijadwalkan acara maccera tasi di Belopa Luwu, pagi hingga sore. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed