oleh

FKN XIII Tana Luwu: Tari Kolosal Kisah Batara Guru Pukau Penonton

PALOPO – Penampilan ratusan penari dalam tari kolosal berhasil memukau masyarakat yang hadir dalam pembukaan Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII Tana Luwu, Senin kemarin.

Ribuan masyarakat datang menyaksikan penampilan siswa-siswi SMA di Kota Palopo tersebut.

Dengan kostum khas berpadu mahkota dari daun sagu, drama kolosal itu bercerita tentang kisah turunnya Batara Guru ke bumi.

Pembawa acara, Afif Hamka menceritakan makna gerakan drama kolosal yang ditampilkan itu.

“Dari dalam bambu petung, digambarkan Batara Guru keluar, sebagai simbol turunnya Batara Guru ke Bumi. Saat itu, Bumi sedang kacau balau,” ujarnya, melalui media, Selasa (10/9/2019).

Saat Batara Guru dilanda kegalauan, maka muncullah 7 La Oro Kelling menemaninya. Mereka bertahan hidup dengan bertani dan berburu. Sampai pada masa kejayaan.

Festival Keraton Nusantara
Penari kolosal dalam pembukaan FKN XIII Tana Luwu 2019.

Kemudian dalam drama kolosal itu, muncul 12 penari, sebagai simbol 12 anak suku di Kedatuan Luwu. Ratusan penari kemudian membentuk lingkaran menyerupai rotasi tata surya, dan rotasi bumi.

Mereka kemudian membentuk panji dan Sulapa Appa, lalu Singkerru Simulajaji, sebagai penampilan simbol-simbol Kedatuan Luwu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed