oleh

Komunitas SSBC Taklukkan Bumi Anoa

KENDARI – Bersepeda merupakan olahraga yang kian diminati masyarakat tanpa mengenal derajat sosial, gengsi ataupun kedudukan seseorang.

Hampir setiap hari dapat dijumpai pesepeda melakukan aktifitas, baik yang dilakukan secara perorangan maupun komunitas yang terorganisir. Termasuk di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Olahraga yang pertama kali muncul di Eropa pada akhir abad ke-19 ini merupakan bentuk olahraga murah dan bermanfaat bagi aktifitas kebugaran tubuh, baik untuk usia muda maupun usia lanjut.

Aktifitas serupa kini mulai bermunculan di Bumi Anoa, sebutan bagi Kota Kendari. Di antaranya dengan kehadiran komunitas SSBC atau Sultra Safety Bike Community yang diprakarsai oleh Benny Nurdin Yusuf.

Gagasan Benny, sapaan akrab Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra tersebut, membentuk SSBC bukan sekedar untuk berolahraga, namun sebagai ajang silaturahmi untuk membangun kekompakan dilingkungan kerja, antar instansi pemerintah, swasta serta masyarakat umum.

Memanfaatkan sarana transportasi ramah lingkungan dan mengantisipasi kepadatan arus lalulintas.

“SSBC ini hadir sekaligus ajang olahraga yang membawa misi untuk membantu program pemerintah provinsi memperkenalkan destinasi pariwisata dan mengidentifikasi permasalahan transportasi yang terkoneksi dengan pengembangan wilayah,” ujarnya, Selasa (10/9/2019).

Suasana berlalulintas di Kota Kendari diakuinya sangat kondusif untuk bersepeda, karenanya tak jarang dia dengan pakaian dinas bersepeda dari rumah ke kantor, ini memberi keteladanan kepada masyarakat, terutama bawahannya.

Tak heran jika di Kantor BPTD Wilayah XVIII Sultra di kawasan Citra Land Kendari, berjajar sejumlah sepeda dari berbagai merk dan tipe.

Pada waktu senggang, kegiatan bersepeda menjadi pilihan untuk berkumpul dengan komunitas yang jumlahnya terus berkembang, seperti yang dilakukan Sabtu 7 September, pekan lalu, SSBC menaklukkan Bumi Anoa Kendari dengan menempuh rute Kendari ke daerah tujuan Wisata Alam Pantai Toronipa dan kembali lagi menuju Kendari dilakukan bersama komunitas SELKI (Sepeda Lipat Kendari).

Tur bersepeda ini menempuh jarak sekitar 48 kilometer. Sehari sebelumnya, SSBC juga menaklukan rute Kota Kendari menuju Batu Gong dan Morosi,

“Alhamdulillah, kali ini kami dari SSBC bergabung komunitas SELKI, kembali menaklukan Bumi Anoa. Rute ini tergolong ekstrim, rutenya bertanjakan panjang, ditambah dengan cuaca yang sangat terik. Tapi, rintangan itu tidak mengurungkan semangat untuk berhenti mengayuh pedal, jika ada yang kesulitan, kami saling membantu dan itulah seninya,” paparnya.

Keindahan Wisata Alam Pantai Toronipa, mampu menghilangkan rasa lelah karena menyajikan pemandangan yang sangat memesona. Sejauh mata memandang dimanjakan dengan panorama pantai yang bersih, laut biru serta pasir putih.

“Pokoknya, rasa lelah dan capek saya hilang begitu tiba di pantai ini, apalagi sepanjang rute yang kami lalui dari Kota kendari hingga menuju tempat ini begitu ekstrem, mengeluarkan tenaga dan stamina yang cukup banyak, namun menggembirakan, sela Hendra, ketua panitia kegiatan tersebut,” tambahnya.

Sementara, Ketua SELKI dan Bromton Kendari, Indra merasa senang giat gowes bersama SSBC, karena rute-rutenya menantang dan sekaligus mengeksplor wisata di Sultra.

“Senang dan salut dengan SSBC, baru terbentuk sudah full agenda, apalagi program bike to work yang dicanangkan Benny. Kalau ada 10 orang seperti pak Benny, orang Kendari makin sehat dan alam kota Kendari bebas polusi,” ungkapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed