oleh

Inilah Ilham Habibie yang Akan Lanjutkan Impian Sang Ayah

Innalillahi wa inna ilairajiun. Telah Meninggal Dunia Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie pada Rabu 11 September.

Sosok Presiden ke-3 RI itu menghebuskan nafas terakhir usai menerima perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Meski sudah tiada dirinya masih punya banyak impian yang tujuannya membangun bangsa Indonesia.

Salah satu yang diharapkan melanjutkan perjuangannya, yakni putranya, Ilham Akbar Habibie, yang akrab disapa Ilham Habibie.

Bagaimana sepak terjangnya?

Mantan kepala negara yang dikenal cerdas dengan IQ di atas rata-rata orang biasa hingga dikenal masyarakat dunia. Penemuannya tentang teknologi bagian pesawat sebagai bukti betapa cerdasnya pria ini.

Meski tak lagi menjabat dan tidak lagi berpolitik aktif, gebrakannya dalam dunia sains masih diakui dunia.

Selain itu, pria asal Sulsel ini tersohor dengan kisah cintanya dengan almarhumah istrinya Ainun.

Bukunya laris manis dan menggerakan sineas Indonesia menuangkannya dalam sebuah film berjudul sama dnegan bukunya, Habibie-Ainun.

Seperti bukunya, filmnya juga menembus jutaan penonton.

Beda dengan urusan kesuksesan dan asmaranya yang kerap dibahas, tak banyak yang tahu tentang kehidupan anaknya. Bisa dibilang sunyi dari pemberitaan.

Ia tidak sepopuler anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono apalagi anak Presiden Joko Widodo. Tapi kisah cukup menarik disimak ketika ayahnya naik jabatan menjadi seorang Presiden.

Flashback, ternyata saat itu, Ilham Habibie sama sekali tidak mengetahui ayahnya menjadi Presiden.

Meski sudah dewasa, karena keterbatasan jarak membuat Ilham sedikit lambat mengetahui. Ilham bercerita saat ayahnya diangkat jadi presiden, ia sedang berada di Berlin.

Sehingga ia tidak mengetahui kabar tersebut secara langsung, melainkan dari televisi.

“Kebetulan waktu kejadian 21 Mei itu saya tidak di Indonesia, saya lagi kerja di Air Show di Berlin, jadi malem-malem bapak saya telpon, gak saya angkat. Dikatakan tolong nyalain TV, saya baru sadar, wah ada sesuatu yang terjadi,” kata Ilham, saat diwawancarai di acara Rosi, Kompas TV, beberapa lalu.

Setelah melihat peristiwa itu, Ilham memutuskan hari itu juga ia bertolak ke Indonesia. Dalam pembicararaan tersebut terungkap tentang kemampuan bahasa Indonesia Ilham kala itu tidak mumpuni.

Dia mengatakan jika dirinya harus les bahasa Indonesia agar lancar berbahasa.

Mulanya, Rosi, sebagai pembawa acara mengatakan kehebatan Ilham yang bisa membaca di umur 4 tahun. Namun, ketika pulang ke Indonesia dirinya harus les terlebih dahulu.

“Harus les bahasa Indonesia dahulu ketika pulang ke Indonesia, dan guru lesnya adalah bapak Yus Badudu?,” tanya Rosi pada Ilham, dikutiop tribuntimur dari Wartakota

Anak Habibie itu menjawab jika gurunya adalah Hari Mukti Krida Laksana. Setelah belajar les pada Hari Mukti, dia ngaku belum begitu lancar berbahasa Indonesia waktu itu.

“Waktu itu masih belum (pintar bahasa Indonesia), sekarang ada kemajuan,” Jawab pria berkepala plontos ini.

Seakan mengetes, ketika ditanya beberapa bahasa yang tenar namun bukan bahasa baku, Ilham pun sedikit mengerti.

Ternyata, penyerapan beberapa bahasa ‘gaul’ itu justeru datang dari anaknya.

“Apa artinya baper?” tanya Rosi.

“Bawa perasaan, saya tahu dari anak saya,” jawab Ilham sambil tertawa.

Namun ketika ditanya ‘woles aja’, Ilham tidak mengetahui maksud itu.

Sementara itu, diberitakan dari Kontan.co.id, saat ini Ilham Habibie telah menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Muamalat.

“Ada pergantian Komisaris Utama, menjadi Ilham Habibie, yang sebelumnya mundur,” katanya.

Sebagai informasi, Ilham Habibie saat ini menjabat sebagai Chairman di PT Orbit Ventura Indonesia, Chairman PT Industri Mineral Indonesia, Chairman PT Ilthabi, Komisaris Independen PT Inter Media Capital Tbk, serta Komisaris PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk.

Putra dari mantan Presiden ketiga Republik Indonesia (RI) B.J. Habibie ini juga turut aktif dalam organisasi di antaranya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai Vice Chairman, ICC Indonesia sebagai President, Masyarakat Ekonomi Syariah sebagai Member of Board of Trustees, The International Islamic Forum for Science, Technology and Human Resources Development (IIFTIHAR) sebagai Secretary General.

Lanjutkan Mimpi

Diwartakan Kompas.com, sebelum tutup usia, Habibie tengah merajut asa memujudkan pesawat buatan bangsa Indonesia.

Perusahaan yang ia bangun bersama putranya Ilham Akbar Habibie, Ragio Aviasi Industri, sedang menggarap proyek bernama R80 yang rencananya akan diproduksi massal pada tahun 2024.

Pada tahun 2013, Habibie memperkenalkan rancangan pesawat R80 dan meminta bantuan Presiden Jokowi dalam proses pembuatannya.

“Yang kami butuhkan adalah dukungan pemerintah untuk financing bagian Indonesia. Bagian swasta dan luar negeri, mereka akan ikut kalau dari pemerintah ikut menyumbang dalam arti mengatakan ‘silakan’ karena industri pesawat terbang seperti Boeing dan Airbus dapat bantuan yang sama,” ujar Habibie kepada Jokowi saat menunjukkan miniatur R80.

Uniknya, Habibie juga mengajak masyarakat patungan membangun pesawat tersebut dengan menggalang dana melalui Kitabisa.com.

Target awal penggalangan dana ini adalah Rp 5 miliar. Angka itu memang jauh dari kebutuhan prototipe pesawat R80 yang memperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

Total kebutuhan dana untuk skala industri bahkan sebesar Rp 20 triliun. Namun, angka itu dirasa cukup untuk modal awal mereka.

Sebagai bagian dari kebanggaan yang ingin dibangun bersama atas pesawat R80, para pendonor berpeluang mendapatkan reward.

Dengan nominal donasi terkecil Rp 100 ribu, misalnya, pendonor bisa memasang fotonya di badan prototipe pesawat R80.

Sebab, bagi Habibie, patungan untuk proyek R80 juga punya arti penting.

“Ini akan menunjukkan pada dunia, bahwa rakyat Indonesia commited, meski hanya Rp 50 ribu orang yang memberi donasi,” kata Habibie.

Bila proyek pesawat R80 terwujud dan pesawatnya sudah mengudara, kata Habibie, apa saja bakal dibuat oleh anak-anak negeri ini.

Habibie juga sering membanggakan kehebatan R80.

Menurutnya, pesawat yang digerakkan oleh baling-baling memiliki kelebihan yang mamou mengangkut penumpang lebih banyak, yakni 80-90 orang, waktu berputar yang singkat, hemat bahan bakar, dan perawatan yang mudah.

Habibie menyebut bahaw pesawat R80 nantinya tidak kalah hebatnya dibandingkan Boeing 777.

Pesawat R80, lanjutnya, sangat tepat digunakan untuk tipe bandara sedang yang ada di Indonesia.

Diwartakan Kontan.co.id, Bapak Teknologi Indonesia itu masih menyimpan mimpi untuk menerbangkan pesawat R80.

Mimpi itu kini tengah berusaha diwujudkan oleh anaknya, Ilham Akbar Habibie.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengungkapkan Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie adalah sosok yang rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk negara.

Mahfud MD membongkar pengorbanan terbesar Presiden BJ Habibie selama memegang amanah di Pemerintahan.

Dikutip dari Kompas.com, salah satu pengrobanan terbesar BJ Habibie adalah menyelenggarakan pemilihan umum tahun 1998.

Padahal, kala itu, Habibie yang menggantikan Soeharto sebagai Presiden pada tahun 1998, secara konstitusi bisa bertahan dengan jabatannya hingga tahun 2003.

“Tapi beliau langsung mengumumkan saya akan mengadakan Pemilu agar rakyat memilih pemimpinnya sendiri melalui Pemilu yang baik,” kata Mahfud usai melayat ke kediaman almarhum Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

“Dan terjadilah pemilu yang baik, sesudah puluhan tahun negara ini tidak pernah mengadakan pemilu dengan baik. Itulah yang dilakukan Habibie,” sambungnya.

Hal tersebut juga disampaikan Mahfud MD melalui akun Twitternya @mohmahfudmd

“Sebenarnya mbrt konstitusi BJ Habibie berhak menjabat Presiden sampai tahun 2003. Tp dia segera mengumumkan diadakannya Pemilu demokratis agar rakyat memilih Wakil Rakyat dan Presiden baru. Dia hny memilih menjadi Presiden yg bs mengantarkan pemilu agar rakyat memilih pemimpinnya,”tulis Mahfud MD.

Salah satu alasan Presiden BJ Habibie menolak dipilih kembali sebagai presiden karena pertanggungjawabannya terkait referendum Timor Timur ditolak pada Sidang Umum MPR 1999.

Bagi Mahfud MD, sosok Presiden BJ Habibie adalah penyelamat dan pembangun negara.

“Ketika Pak Harto lengser sbg Presiden pd Mei 1998 maka Wapres BJ Habibie jd Presiden sesuai dgn konstitusi. Dia didemo dan dihujat krn dianggap kroni Pak Harto tp dia bertahan dgn sabar tegar menyelamatkan negara,”tulis Mahfud MD

Di mata Mahfud MD, BJ Habibie adalah seorang muslim moderat yang bisa dijadikan teladan. Menurut Mahfud, Habibie menjadi pembuka pintu ketika orang-orang Islam merasa inferior, kolot, dan bodoh.

“Tapi Pak Habibie membuktikan bahwa ada anak Islam dan bisa anak-anak Islam itu maju seperti Pak Habibie.

Andai dibolehkan sy akan protes krn Habibie wafat. Andai boleh tentu kita akan minta dispensasi kpd Allah agar wafatnya Habibie ditunda krn kita msh ingin bersamanya. Tp taqdir Allah tak bs ditolak, kita hrs mengikhlaskannya. Bersyukur td pg bs bersalat janazah utk Pak Habibie.

Sehingga Pak Habibie itu lalu menjadi prototype, menjadi role model yang dibanggakan oleh anak Indonesia, oleh ibu-ibu yang sedang hamil (berharap) mudah-mudahn anak saya besok lahir seperti Habibie,” katanya.

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pukul Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB.

Habibie meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Rencananya, Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Tepatnya di samping makam almarhum istrinya, Asri Ainun.

  • Kumpulan Prestasi BJ Habibie

Berikut Tribunnewswiki.com rangkum sederetan penghargaan yang telah diraih oleh BJ Habibie dari laman Kompas.com, Kontan.co.id, dan TribunPalu.com.

-Das Grosse Verdienstkreuz Mit Stern Und Schulterband Republik Federal Jerman (1980)

Mengutip laman Kontan.co.id, dua penghargaan dari Jerman “Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband” dan “Das Grosse Verdienstkreuz” yang diberikan kepada BJ Habibie merupakan pengakuan untuk jasa-jasanya kepada pemerintahan Jerman.

Saat menyerahkan penghargaan tersebut di kediaman BJ Habibie, Jakarta, Rabu (21/1/2015), Duta Besar Jerman untuk Indonesia mengatakan, “Penghargaan ini kami berikan atas jasa-jasa beliau kepada pemerintahan Jerman.”

Penghargaan itu diberikan kepada orang yang sangat berjasa pada pemerintahan Jerman baik pada bidang politik, sosial maupun teknologi.

“Dua bintang penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi untuk orang yang berjasa pada kemajuan Jerman,” tambah dia.

Selanjutnya daftar prestasi dan penghargaan BJ Habibie, Tribunnewswiki.com rangkum di bawah ini:

-Tokoh Tahun 1982 Harian Berita buana (1982) – Hadiah Ilmu Pengetahuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan -Bintang Mahaputra Adipradana Republik Indonesia (1982)

-Grand Cross of The Aeronatical Merit Republik Chili (1985)

-Grand Cordon of The Order of Al-Istiqlal (independence) Kerajaan Hashemite Yordania (1986)

-International News Amerika Serikat (1986)

-Grand Cross of King Leopold II Kerjaan Belgia (1991)

-Doctor Honoris Causa untuk bidang ilmu pengetahuan Cranfield Institute of Technology Cranfield, Bedford, Inggris (1993)

-Edwar Warner Award dari Dewan Eksekutif Lembaga Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) (1994)

J Habibie merupakan orang Asia pertama yang mendapat penghargaan bergengsi di kiblat penerbangan sipil dunia di Montreal, Kanada pada 7 Desember 1994 ini.

Pengakuan kehebatan BJ Habibie pun terpajang di markas ICAO.

BJ Habibie merupakan penerima penghargaan ke-28 dari 39 penerima penghargaan sepanjang sejarah pemberian Edward Warner Award.

BJ Habibie dianggap berjasa atas pengembangan desain pesawat dunia dan kemajuan industri dirgantara Indonesia, menurut ICAO.

Tak sembarangan orang maupun organisasi yang dapat menerima Edward Warner Award, nama BJ Habibie disejajarkan dengan pengembang helikopter, Igor Sikorsky dan orang pertama yang melakukan penerbangan tunggal melintasi Atlantik Utara dari New York menuju Paris, Charles Lindbergh,

-Tokoh Nasional 1993 Majalah Forum Keadilan (1994)

-Majalah Aviation Week & Space Technology (1994)

-Doctor Honoris Causa dari Universitas Hasanuddin, Makassar (2006)

-Parasamya Anugraha Widyatama Makayasa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo (2019)

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari UNS Solo.

Penghargaan pengembangan iptek ini diwakili oleh sang putra, Ilham Akbar Habibie di Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-43 UNIS di Gedung Haryo Mataram, Senin (11/3/2019).

Diketahui, BJ Habibie tidak dapat menghadiri momen tersebut karena kondisi kesehatannya.

Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi mengatakan BJ Habibie dipandang pantas untuk memperoleh penghargaan dalam UNS Award 2019.

“Penganugerahan ini sebagai tanda jasa dan penghargaan tertinggi atas kepeloporan dalam pengembangan bidang teknologi. Kami doakan beliau segera sehat, karena saat ini sedang menjalani pengobatan di Jerman,” ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed