oleh

Ibu-ibu Rebutan Makanan dalam Jamuan Prasmanan

*Psikolog: Tak Dilerai Kok Malah Divideokan?

Media sosial dihebohkan dengan video viral tentang ibu-ibu yang bertengkar dalam jamuan prasmanan. Dikabarkan pertengkaran yang terjadi di depan meja prasmanan tersebut dipicu oleh rendang.

Kedua ibu-ibu yang tampak rapi dan cantik tersebut adu mulu karena berebut rendang.

“Dasar enggak tahu malu, kampungan, situ mau ngasih makan orang sekampung?” ujar ibu berkebaya merah.

“Eh terserah saya, nyerobot, nyerobot antrean aja,” balas ibu berkebaya hijau, tak mau kalah.

Beberapa orang menganggap kejadian tersebut nyata. Namun tak sedikit yang menyebutnya settingan bahkan ada yang meyakini video tersebut merupakan potongan sebuah iklan bumbu masak atau adegan sinetron.

Sampai saat ini, belum diketahui fakta sebenarnya dari video ibu-ibu rebutan rendang tersebut.

Namun seperti video viral lainnya, banyak netizen atau warganet menertawakan dan mencemoohnya. Lantas kenapa orang senang memviralkan hal-hal seperti itu?

Psikolog, Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan, seseorang memviralkan sesuatu umumnya mendapat kepuasan dari rasa lucu dan terhibur, maupun rasa bangga karena videonya disukai orang.

“Perasaan puas dari si penyebar video ini merupakan hal wajar bagi seseorang. Hanya saja, tergantung pada orangnya sendiri apakah tanggapan dan pujian itu diarahkan ke hal positif atau sebaliknya,” ujarnya, dilansir dari detikcom, Selasa (17/9/2019).

Soal motif, bisa bermacam-macam. Bisa saja cuma untuk kepuasan, tetapi bisa juga ada motif lain seperti memberi pelajaran bagi masyarakat yang lebih luas. Namun, pertengkaran ibu-ibu di kondangan tersebut tidak seharusnya disebar-sebarkan.

“Tidak harus diviralkan. Boleh disimpan sebagai pembelajaran untuk diri sendiri. Kalau mau jadi bahan pembahasan, bahas bersama orang yang ahli dan bijak melihat permasalahan,” sarannya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed