oleh

Dua Mahasiswa Kendari Meninggal Dunia dalam Aksi Demonstrasi

Tagar #IndonesiaBerduka dan #KendariBerduka di Twitter jadi suara untuk kedukaan atas tewasnya mahasiswa dalam aksi demonstrasi tersebut.

Dua korban mahasiswa dari Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), yakni Immawan Randi (21 tahun) dan Yusuf Kardawi (19 tahun).

Dia meninggal dunia akibat luka tembak saat aksi demonstrasi menolak RKUHP dan RUU KPK di Gedung DPRD Sultra, pada Kamis 26 September, kemarin.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO angkatan 2016 itu, tewas ditembak di area dada kanan. Dia mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari.

Di bawah tulang selangka bagian kanannya terdapat lubang diduga akibat luka tembak.

Dokter Yudi Ashari yang menangani Himawan Randi di Rumah Sakit Ismoyo menjelaskan, ada luka selebar 5 sentimeter dan sedalam 10 sentimeter di tubuhnya. Diduga disebabkan oleh luka tembak.

Immawan Randi merupakan satu dari ribuan mahasiswa se Kota Kendari yang menuntut pencabutan UU KPK. Tuntutan lainnya menolak pengesahan RKUHP dan UU Pertanahan.

Peristiwa penembakan terjadi saat aparat keamanan memukul mundur mahasiswa di depan Kantor DPRD Sultra, sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Peristiwa itu mengakibatkan beberapa orang luka-luka. Di antaranya 11 demonstran, 3 personel kepolisian, dan seorang staf sekretariat DPRD Sultra.

Sementara Yusuf Kardawi sempat menjalani perawatan intensif pasca dioperasi di RSU Bahteramas Kendari. Dia meninggal dunia hari ini, Jumat (27/9/2019).

Yusuf Kardawi tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik D-3 UHO Kendari.

“Tim dokter yang menangani korban sudah berbuat maksimal, namun meninggal dunia sekitar pukul 04.00 Wita,” kata Plt Direktur RSU Bahteramas Kendari, dr Sjarif Subijakto.

Korban merupakan pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo, harus menerima tindakan operasi karena cedera serius saat aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sultra, Kamis kemarin.

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi yang dikonfirmasi tidak bersedia memberikan penjelasan.

“Silakan konfirmasi ke Polda Sultra,” ujarnya melalui saluran telepon, dilansir dari laman Tirto.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh, yang didampingi jajaran Forkopimda menjenguk korban Yusuf Kardawi di ruang perawatan RSU Bahtermasm pada Kamis, semalam.

Dalam unjuk rasa yang terjadi di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, hingga Kamis malam itu, korban luka-luka yang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit terdiri dari 11 orang peserta unjuk rasa, tiga polisi dan seorang staf Sekretariat DPRD Sulawesi Tenggara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed