oleh

Kapolda Sultra Akui Mahasiswa UHO Tewas Karena Peluru Tajam

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigadir Jenderal Polisi Iriyanto mengakui jika salah satu mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal karena tertembak peluru tajam.

“Korban atas nama Randi berdasarkan hasil otopsi dokter forensik RSUD Kota Kendari, meninggal akibat terkena tembakan peluru tajam. Kami nenyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya adinda kita saudara Randi dan saudara Yusuf,” kata Kapolda.

Atas kejadian ini, Kapolda sudah membentuk tim investigasi untuk menuntaskan masalah ini.

“Kami sudah bentuk Tim Investigas Polda untuk tuntaskan kasus ini. Tapi yang jelas, anggota kami sesuai SOP, tidak boleh menggunakan peluru karet apalagi peluru tajam,” imbuhnya.

Iriyanto menjelaskan, korban Randi ditemukan terluka berada pada jarak 600 hingga 700 meter dari Kantor DPRD Provinsi Sultra, tepatnya di depan Kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas.

“Kami tetap bertanggungjawab dalam proses pengamanan aksi unjuk rasa. Kalau memang itu (penembakan) dilakukan oleh anggota kita, silahkan dikawal proses penegakan hukumnya,” lanjut Kapolda.

“Percayalah, tolong berikan waktu kepada kami untuk menuntaskan dan menegakkan aturan hukum yang ada. Insha Allah tidak berapa lama,” pungkasnya, melalui Tribunnews. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed