oleh

Puan Maharani Pernah Magang Jadi Wartawan

Jakarta – Anggota baru DPR RI periode 2019-2024 telah resmi dilantik. Pelantikan 575 anggota dewan ini berlangsung sekira pukul 10.15 WIB di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Selasa, 1 Oktober 2019. Puan Maharani terpilih menjadi Ketua DPR RI. Siapa sangka Puab ternyata pernah merasakan sulitnya menjadi jurnalis meski hanya berstatus magang.

Usai pelantikan, para anggota baru DPR ini melakukan rapat untuk menentukan jajaran pimpinan yang akan memimpin selama 5 tahun mendatang. Nama Puan Maharani pun akhirnya didapuk menjadi Ketua DPR periode 2019-2024. Hal ini disepakati dalam rapat konsultasi di DPR.

“Puan Maharani ketuanya,” kata pimpinan sementara DPR Abdul Wahab Dalimunthe.

Puan bukanlah orang baru di dalam dunia politik. Ia adalah ketua fraksi PDI Perjuangan di DPR RI periode 2009-2014.

Lalu, siapakah sosok Puan Maharani sang Ketua DPR yang baru saja dipilih? Berikut profilnya:

Puan Maharani adalah lulusan Sarjana Komunikasi dari Universitas Indonesia atau UI.

Saat masih kuliah, Puan berkesempatan magang di majalah Forum Keadilan dan merasakan tantangan dunia jurnalistik seperti mencari narasumber dan kesibukan di kantor jelang naik cetak.

Terlahir dalam keluarga politisi membuat Puan sejak kecil sudah terbiasa dengan hingar bingar panggung politik. Kakeknya adalah Sukarno, proklamator Republik Indonesia.

Ibunda Puan adalah Megawati Soekarnoputri, Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan. Kini, ia semakin mantap terjun ke panggung politik bersiap diri menjadi penerus dinasti Sukarno.

Dalam kampanye di Jawa Timur beberapa tahun lalu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara resmi memperkenalkan putri tunggalnya Puan Maharani sebagai penerusnya kepada publik.

Seiring dengan perjalanan waktu, Puan semakin terlibat dalam proses politik. Pada masa pemilihan presiden 2009, Puan terlibat aktif di Mega Center, lembaga yang menangani pemenangan Megawati jadi presiden, walaupun menurutnya posisinya itu hanya sebagai observer.

Wanita kelahiran Jakarta, 6 September 1973 ini merupakan anak ketiga Megawati Soekarnoputri atau anak pertama Megawati dari suaminya Taufiq Kiemas.

Saat ibunda Puan, Megawati menjadi Presiden RI pada periode 2001-2004, ia selalu berada di samping ibunya, baik saat melakukan kunjungan resmi ke daerah maupun ke luar negeri. Sehingga tanpa disadari, aktivitas itu telah memperkenalkan Puan Maharani ke panggung politik.

Dengan mendampingi sang bunda, Puan Maharani semakin familiar di kalangan masyarakat, teristimewa pada masyarakat politisi.

Di samping melakukan kunjungan-kunjungan, istri dari Happy Hapsoro ini pun beberapa kali pernah dipercaya sang ibu melakukan kegiatan sosial. Dari situ, ia juga kemudian belajar banyak mendekati wong cilik.

Nama besar orangtua memang tidak mungkin dipisahkan dari keberhasilan Puan di kancah politik nasional. Namun, Puan sendiri tampaknya memang ingin membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak menjadi politisi handal sekaligus jadi wakil rakyat yang bertanggung jawab tanpa melihat faktor dari nama besar kedua orang tuanya.

Terlepas dari urusan gender, Puan sebenarnya menginginkan PDIP diisi dengan orang-orang yang kompeten dan mempunyai integritas tinggi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed