oleh

Kisah di Balik Foto Viral Anak SMA Bawa Bendera Merah Putih di Tengah Kabut Gas Air Mata

Foto viral
Foto viral siswa ATM bawa Bendera Merah Putih di tengah kabut gas air mata. Foto: Fotografer Kompas, Garry Andrew Lotulung.

JAKARTA – Aksi pelajar SMK dan SMA di sekitar Gedung DPR, pada Rabu 25 September lalu, menyisakan sebuah kisah yang melekat di benak para pelajar itu.

Aksi mereka terbilang tak biasa. Tak ada yang menyangka di hari itu ratusan bahkan ribuan pelajar SMK dan SMA bersatu turun ke jalan.

Sebuah foto yang mengabadikan aksi para pelajar itu pun mendadak viral tak lama usai aksi mereka yang berujung ricuh dengan polisi.

Foto itu menampilkan seorang pelajar memakai seragam putih dan abu-abu. Dia berada di tengah kepungan kabut gas air mata.

Pelajar itu menyeka matanya sambil menggenggam telepon seluler. Sebuah bendera merah putih tampak ada dalam genggamannya.

Foto tersebut adalah karya fotografer Kompas, Garry Andrew Lotulung.

Foto viral seorang pelajar itu diambilnya pada Rabu sore menjelang Magrib. Saat itu, situasi sudah semakin tidak kondusif di sekitar Stasiun Palmerah. Massa sudah mulai rusuh sejak siang hari sekitar pukul 14.30.

Polisi pun meminta massa untuk membubarkan diri. Namun, massa justru semakin banyak yang memenuhi Jalan Tentara Pelajar.

“Massa waktu itu sudah semakin tidak terkontrol melempar apa saja yang dia pegang ke arah polisi. Mereka juga berusaha menjebol pagar belakang DPR,” ucap Garry Andrew Lotulung.

Akhirnya mulai sore hari, polisi menembakkan gas air mata. Di momen itulah, dia mengabadikan aksi para pelajar yang kocar-kacir setiap kali ditembak gas air mata.

Posisinya waktu itu berada di sekitar pintu perlintasan kereta, 10 meter dari arah kerumunan massa.

Pada saat massa lari menghindari gas air mata, dia bersiap membidikkan kamera. Massa berlarian ke arahnya. Seorang pemuda yang menyeka mata dengan bendera Merah Putih dalam genggamannya langsung mencolok perhatian.

Garry Andrew Lotulung membidik pelajar itu. Foto inilah yang kemudian viral di media sosial.

Dia masih ingat kejadian unik yang mungkin hanya ditemui dalam aksi unjuk rasa pelajar tersebut.

“Mereka tepuk tangan setiap ada gas air mata sambil lari menjauh,” ujar Garry Andrew Lotulung.

Setelah tembakan gas air mata mereda, para pelajar ini kembali mendekati pintu belakang DPR di Jalan Tentara Pelajar sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Aksi massa masih terus ricuh hingga tengah malam. Mulai tengah malam hingga pagi hari esoknya, polisi melakukan “sweeping”. Sebanyak 570 pelajar diamankan polisi.

Sementara itu, Polisi membenarkan telah menangkap LA, sosok remaja yang fotonya viral saat memegang bendera Merah Putih dalam aksi demonstrasi. Namun Polisi membantah bahwa LA berstatus pelajar STM.

“Dia pada saat ditangkap bukan pelajar, tetapi dia menggunakan celana abu-abu yang digunakan oleh anak STM,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan.

Dia kembali menegaskan bahwa LA bukan seorang pelajar, namun ia baru saja lulus. Dia mengatakan LA ditangkap seusai aksi di DPR karena ikut merusuh di demo tersebut.

“Bukan karena masalah pelecehan bendera, tetapi karena ikut demo. Dia membuat kerusuhan saat demo, intinya itu,” jelasnya.

AKBP Edi Suranta Sitepu menyebut LA sudah dua kali ikut dalam aksi demo pada 23 September dan 30 September.

LA merupakan sosok yang fotonya viral saat memegang bendera Merah Putih. Dalam foto tersebut, LA terlihat menghindari tembakan gas air mata. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed