oleh

Vale Serahkan Saham 20 Persen ke Indonesia

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, telah menandatangani perjanjian pendahuluan.

Hal ini disampaikan oleh management PT Vale yang diwakili oleh Chief Financial Officer, Bernardus Irmanto, melalui siaran press, Selasa (14/10/2019).

Perjanjian yang ditandatangangi di Jakarta pada Jumat 11 Oktober lalu, adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara PT Vale dan Inalum dalam mengelola sumber daya mineral strategis di negara ini.

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia nomor 1706/32/DJB/2019 pada 8 Oktober 2019, Pemerintah Republik Indonesia telah menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20 persen saham PT Vale untuk memenuhi kewajiban divestasinya.

Perjanjian ditandatangani oleh Nico Kanter selaku Presiden Direktur dan Febriany Eddy selaku Wakil Presiden Direktur PT Vale, sedangkan VCL diwakili oleh CEO, Mark James Travers dan SMM diwakili oleh Kaoru Hayashi, Deputy General Manager, Non-Ferrous Metals Division. Inalum diwakili oleh Budi Gunadi Sadikin selaku Presiden Direktur.

Para pihak berencana untuk menandatangani perjanjian-perjanjian definitif utama pada akhir tahun 2019 dan menyelesaikan keseluruhan transaksi dalam waktu 6 bulan setelah penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif tersebut.

Penandatanganan perjanjian ini menempatkan PT Vale pada posisi yang tepat untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan memperkuat komitmen jangka panjang PT Vale terhadap pengolahan sumber daya nikel guna peningkatan nilai tambah, keberlanjutan dan pemberdayaan lokal di negara ini.

PT Vale menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungannya selama ini. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed