oleh

Gubernur Kalteng Jelasan Soal Aksi Lempar Botol di Stadion

Video aksi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran melempar botol di tengah pertandingan sepakbola hingga dirinya marah ke Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar, viral di media sosial.

Terkait video tersebut, Sugianto menjelaskan, dirinya menonton pertandingan Kalteng Putra versus Persib Bandung di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya, Jumat 1 Oktober malam.

Dia berharap malam itu menonton pertandingan yang indah dan fair.

Namun, menurutnya, pertandingan tersebut berjalan tidak seperti yang dia harapkan. Dia mengatakan wasit yang memimpin pertandingan tidak profesional. Pertandingan itu berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib.

“Saya kepengin melihat permainan yang cantik oleh kedua tim antara Kalteng Putra vs Persib. Saya kurang tahu menit keberapa. Tapi sejak awal wasit yang memimpin pertandingan tidak fair,” ujarnya, dilansir dari laman detikcom, Ahad (3/11/2019).

“Kalau Persib yang melakukan pelanggaran, diingatkan saja. Tapi, ketika Kalteng Putra melakukan pelanggaran, langsung diberi kartu kuning, dan ini terjadi beberapa kali kali sampai pada akhirnya pemain Kalteng Putra diberi kartu merah. Kan persib yang melakukan kesalahan, kenapa kartu merah diberikan sepihak dan Kalteng Putra beberapa kali permainan dirugikan oleh wasit. Kalau nggak salah empat kali,” jelasnya.

Dia berharap aksi pelemparan botol tersebut tidak dijadikan polemik. Dia mengatakan, lebih dari itu, dirinya sebenarnya resah akan kondisi sepakbola di Indonesia yang, menurutnya, masih bermasalah.

“Sebetulnya itu cuma mengingatkan. Wajar menurut saya, daripada masyarakat Kalteng yang marah dan beberapa kali tidak pernah berubah. Mau jadi apa persepakbolaan Indonesia kalau begini terus. Kepemimpinan wasit dan PSSI tidak berani mengambil tindakan tegas,” paparnya.

Selain itu, dia memberi penjelasan soal video dirinya marah kepada AKBP Timbul Siregar. Dia juga meminta peristiwa tersebut tidak dibesar-besarkan karena, menurutnya, tidak ada masalah.

“Mengenai Kapolres itu, Beliau yang menunjuk dan meminta saya turun. Saya turun waktu itu. Sebetulnya nggak ada masalah. Saya kan bapaknya Pak Kapolres juga, jadi sangat bijak, saya datangi dan meminta maaf. Tapi bukan karena saya salah,” ujarnya.

Sugianto menambahkan, inti dari peristiwa tersebut adalah wujud keprihatinannya terhadap kondisi persepakbolaan di Indonesia. Dia berharap ke depan masa depan sepakbola di Indonesia bisa lebih baik dan profesional.

“Prihatin dengan keadaan sepakbola Indonesia. Saya berpikir pemerintah daerah capek-capek mengurus bola, oknum di PSSI dan wasitnya tidak pernah berubah,” ucapnya menyesalkan.

Sebelumnya, Kadis Kominfo Provinsi Kalteng, Herson B Aden juga sudah memberi penjelasan soal peristiwa tersebut.

Menurutnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran kecewa dengan jalannya pertandingan.

“Saya tidak berada di lokasi. Yang pasti Pak Gubernur sangat kecewa dengan sistem perwasitan dalam pertandingan tersebut. Semua diakhiri dengan baik kok, tidak ada keributan, bahkan Pak Gubernur langsung menghampiri tim Persib Bandung seusai pertandingan,” ujarnya, malalui detikcom.

Herson kemudian membagikan momen-momen Sugianto Sabran seusai pertandingan. Sugianto tampak menyapa hangat seluruh suporter dan pemain dari kedua tim. Dia juga menyapa dan foto bersama dengan sejumlah suporter Persib Bandung.

Di video itu, Sugianto juga menyalami para aparat yang melakukan pengamanan, termasuk dengan AKBP Timbul Siregar. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed