oleh

Askab PSSI Maros Bertekad Kembalikan Kejayaan Sepakbola

SULSELONLINE.COM, MAROS – Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Maros masa bakti 2019-2023 resmi dilantik.

Pelantikan berlangsung di Grand Hall II kompleks Grand Mall Maros, Sabtu 29 Februari 2020, kemarin.

Komposisi pengurus Askab PSSI Maros ini diisi sebanyak 110 orang yang berasal dari beragam latar belakang dan pengalaman berorganisasi dan keolahragaan.

Askab PSSI Maros 2019-2023 ini dipimpin oleh Yusdal Yusuf sebagai ketua umum dan H Agusroswandi sebagai wakil ketua umum.

Kemudian Andi Awaluddin Patarai sebagai sekretaris umum dan Abdul Rasyid sebagai bendahara umum.

Selanjutnya di jajaran Eksekutif Comitee atau Exco ada Ahmad Tuharea, H Syamsuddin Batollah, H Abdul Haris, H Kamaluddin Syam, Andi Muetazim, Awaluddin Tenri Gau dan H Basri Rasyid.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Pemkab Maros, Muh Najib mengucapkan selamat para pengurus Askab PSSI Maros yang baru dilantik.

Pihaknya mengharapkan para pengurus Askab PSSI Maros yang baru dilantik dapat menjadikan sepakbola lebih berprestasi, melalui pembinaan dan pengembangan atlet sepakbola daerah.

Ketua Umum Askab PSSI Maros, Yusdal Yusuf berjanji bakal menghidupkan kembali kejayaan sepakbola Maros. Melalui pembenahan pemain dan pihaknya yakin prestasi persepakbolaan di Butta Salewangang bakal kembali berjaya.

Yusdal Yusuf menyebut, dua target utamanya, yakni mengikuti Liga Divisi Tiga 2020 dan Pra Porda 2021.

“Usai pelantikan ini, kita langsung siapkan perekrutan pemain untuk persiapan liga tiga dan pra porda,” ungkapnya, Ahad (1/3/2020).

Dia memaparkan, sebelumnya, Persim Maros dikenakan sanksi larangan bermain di Liga Divisi Tiga lantaran tak mengikuti Soeratin Cup U-17 sebagai syarat untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah kita sudah ikuti. Bukan hanya usia 17, tetapi usia 15 dan 13. Kita siap untuk ikut Liga Divisi Tiga. Kita menunggu jadwal dari PSSI sekitar bulan Juni,” jelasnya.

Sementara itu, pencarian bibit pemain selama ini telah berjalan, yakni dengan meminta klub-klub mengutus pemainnya dalam kompetisi, baik di tingkat provinsi maupun kompetisi antar provinsi.

Dia juga menyebut bahwa kendala persepakbolaan yang paling besar di Maros, yakni masih minimnya lapangan sepak bola. Bahkan saat ini cuma ada lima kecamatan yang memiliki lapangan sepakbola.

“Kita mau menghidupkan penyelenggaran persepakbolaan sejak usia dini dulu, usia 10, 12, dan 13 di kecamatan. Makanya, masing-masing kecamatan diupayakan ada lapangan sepakbola,” lanjutnya.

Sementara itu, Exco Kompetisi dan Perwasitan Asprov PSSI Sulsel, Ahmadi Jafri berharap kepengurusan Askab PSSI Maros 2019-2023 bisa lebih baik, jangan menurun pencapaiannya.

“Kepada ketua yang dilantik, siapkan pra Porda 2021. Jangan sampai tidak lolos,” ujarnya.

Dia juga meminta pengurus Askab PSSI Maros yang baru untuk mengevaluasi Sekolah Sepakbola atau SSB di Maros. Menurutnya, ada SSB yang tidak berlisensi. Sebab jika SSB tidak berlisensi, mereka tidak mengerti filosofi sepak bola modern.

Pelantikan Pengurus Askab PSSI Maros tersebut dihadiri pula Ketua KONI Maros, AKBP P Muliady Haryo, Wakapolres Maros, Kompol Dr H Muhammadong, Pasiops Kodim 1422 Maros, Kapten Inf Ruben Yacob Tana, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Maros, Abdul Rasid dan sejumlah wakil dari klub sepakbola di Maros.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan Kongres Tahunan Askab PSSI Maros untuk menyusun program kerja dan kebijakan terkait pembinaan sepakbola. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *