oleh

Unhas Inisiasi Pemantauan Covid-19 Sulsel Melalui Identifikasi Diri

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Tim multidisiplin Universitas Hasanuddin (Unhas) dari berbagai disiplin ilmu terkait (Promosi Kesehatan, Geospasial, Epidemiologi, Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat) menginisiasi pemantauan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang diberi nama “Identifikasi Diri Covid-19 Sulsel” ini dimaksudkan untuk memetakan sebaran kasus secara dini, dengan metode survei.

Tim dipimpin oleh dr Joko Hendarto PhD dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas dan Pencegahan Dini, Fakultas Kedokteran Unhas.

Inisiatif ini didasari oleh terbatasnya informasi mengenai potensi orang yang kemungkinan terpapar Covid-19. Dengan melakukan surveilans ini, persoalan kekhawatiran publik mengenai potensi terpapar Covid-19 dapat diidentifikasi di hulu.

“Kita menggunakan tiga variabel, yaitu variabel klinis, variabel kontak, dan variabel riwayat perjalanan. Dengan metode ilmiah yang terukur, masyarakat bisa secara mandiri mengetahui kondisi lingkungannya,” kata dokter Joko Hendarto.

Dengan mengetahui potensi orang-orang yang terpapar, inisiatif ini bisa menyampaikan kepada otoritas kesehatan di daerah tertentu untuk memberi perhatian langsung di lapangan.

“Jadi, jika masyarakat berpartisipasi, kita bisa mengurangi antrian dan kunjungan ke rumah sakit rujukan. Saat ini, kita lihat kebanyakan masyarakat ke rumah sakit itu karena khawatir. Kita ingin mengurangi kekhawatiran ini,” jelasnya.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi tingkat resiko yang ada di diri seseorang. Semakin tinggi tingkat resiko, maka orang tersebut semakin perlu untuk diperhatikan oleh otoritas. Sementara seseorang dengan tingkat resiko lebih rendah bisa mengambil upaya isolasi mandiri untuk pemantauan.

“Intinya, kita ingin mencegah kepanikan warga, memberi ketenangan. Covid-19 ini dapat kita kontrol dan hentikan penyebarannya, asalkan semua mau terlibat. Kami mengajak masyarakat berpartisipasi. Dengan terlibat dalam inisiatif ini, kita menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mengenali sebaran virus, dan menghentikan penularan,” paparnya.

Bagaimana caranya bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam identifikasi dini ini?

Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman AMIPR menyampaikaan, Unit Multidisiplin Unhas yang menginisiasi metode ini memberikan formulir yang bisa diisi secara online, klik link atau tautan ini: “Identifikasi Diri Covid-19 Sulsel“.

Masyarakat diminta mengisi secara jujur pertanyaan-pertanyaan di dalamnya. Data yang diisi pada formulir ini akan dihubungkan aplikasi Geographical Information System (GIS) untuk keperluan analisa.

“Saat ini, tim Unhas yang bekerja mengembangkan inisiatif ini masih mencakup untuk wilayah Sulawesi Selatan,” ungkapnya, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Sulselonline.com, Sabtu (21/3/2020).

Inisiatif ini dapat dikembangkan hingga ke tingkat nasional. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *