oleh

Betulkah Berjemur Matahari Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli..

SULSELONLINE.COM – Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi.

Ancaman virus corona menjadi masalah serius pada hampir semua negara, termasuk di Indonesia.

Belakangan ini, banyak informasi beredar mengenai cara pencegahan dan pengobatan virus corona itu.

Salah satu informasi yang beredar, virus Corona bisa mati karena paparan sinar matahari pagi. Caranya, orang yang terpapar rutin berjemur.

Betulkah informasi itu? Dikutip dari HaiBunda, menurut dokter dan ahli nutrisi dr. Tan Shot Yen, hal itu sebenarnya mitos. Berjemur di bawah sinar matahari pagi tidak bisa mematikan virus dalam tubuh.

“Berjemur badan atau kena matahari itu tidak sama seperti bayangan orang, kayak kita itu menggoreng virusnya gitu. Jadi ada persepsi yang keliru ya,” kata Tan, dikutip dari YouTube Henry Remanlay, Minggu (22/3/2020).

Tan menjelaskan, sinar radiasi yang dipancarkan dari matahari ada dua, yaitu UVA dan UVB.

Sinar UVA sebenarnya tidak kita butuhkan, karena gelombangnya jauh. UVA ini yang sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kanker dan kulit keriput.

Kita justeru membutuhkan UVB yang gelombangnya lebih pendek. UVB baru muncul sekitar jam 10.

“Itu alasan kita jemur jam 10. Sudah panas, jadi jangan jemur sampai gosong. Bagi orang yang kulit putih, 15 menit cukup dan yang gelap 20 menit cukup,” ujar Tan.

Kita berjemur bukan untuk mematikan virus, tapi untuk mendapatkan vitamin D3. UVB mengandung provitamin D3, yang oleh kulit bersama kolesterol dibentuk menjadi vitamin D3. Vitamin ini menjadi sumber kekebalan tubuh manusia.

Tan menyarankan untuk berjemur dengan cerdas. Bagi yang ingin mendapatkan vitamin D3 dari matahari pagi, bisa memilih spot yang tepat.

“Cari spot (agar) matahari masuk. Buat cewek, pakai daster yang ada ritsleting (di belakang). Biar muka enggak hitam, bisa membelakangi matahari,” jelas Tan.

Profesor Sally Bloomfield dari London School of Hygiene and Tropical Medicine juga mengungkap hal yang sama, tentang mitos ini.

Menurutnya, memanaskan tubuh dengan sinar matahari tidak efektif membunuh virus corona.

“Setelah virus itu ada di tubuh, tidak ada cara untuk membunuhnya. Tubuh Anda yang harus melawannya,” kata Bloomfield, dikutip dari BBC.

Menurut Bloomfield, untuk secara aktif membunuh virus di luar tubuh, dibutuhkan suhu sekitar 60 derajat Celsius. Jika ingin mandi, airnya bisa sangat panas.

Mencuci pakaian atau sprei tempat tidur pada suhu 60 derajat Celsius adalah ide tepat untuk membunuh virus di kain. Tapi, itu bukan pilihan yang baik untuk menerapkannya pada kulit. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *