oleh

Niat Puasa Sya’ban dan Manfaatnya

SULSELONLINE.COM – Kita baru saja meninggalkan bulan Rajab. Hari ini Kamis 26 Maret 2020 telah masuk bulan Sya’ban. Seperti bulan Rajab, pada bulan ini umat Islam diminta memperbanyak amal ibadah apalagi di tengah kondisi seperti saat ini yang dipenuhi virus corona.

Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah Puasa Sya’ban yang memiliki banyak manfaat. Mereka yang melakukan Puasa Sya’ban mendapat pahala, namun yang tak menjalankannya tidak berdosa.

Saat ini kita dianjurkan untuk tinggal di rumah, sangat tepat untuk melaksanakan ibadah puasa Sya’ban.

Bagi yang ingin berpuasa, berikut niat Puasa Sya’ban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”

Terkait soal durasi Puasa Sya’ban, dalam hadits dikatakan, Nabi Muhammad SAW tidak pernah terlihat melakukan puasa selama satu bulan selain di bulan suci Ramadhan. Namun Rasulullah tak melakukan puasa sunah sebanyak di bulan Sya’ban.

عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّىنَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍقَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: Seperti dinarasikan Aisyah, “Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban.” (HR Abu Daud).

Dengan ketentuan ini para muslim diharapkan tidak kesulitan melakukan Puasa Sya’ban. Apalagi bila mengingat keutamaan dan manfaat Puasa Sya’ban. Berikut penjelasannya,
Sya’ban yang berada di antara Rajab dan Ramadhan sebetulnya adalah bulan yang istimewa. Sayang kebanyakan muslim terlanjur fokus pada puasa Ramadhan yang tinggal sebulan lagi.

قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ ‏.‏قَالَ ‏ “‏ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَفَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ‏”

Artinya: Usamah bin Zaid berkata. “Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban.” Rasulullah SAW berkata, “Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa.” (HR Imam An-Nasa’i).

Hadits ini berderajat hasan dan menjadi pengingat pentingnya Puasa Sya’ban bagi para muslim.

Datangnya Sya’ban menjadi pengingat Ramadhan yang sudah makin dekat. Puasa Sya’ban bisa menjadi ajang pemanasan supaya tubuh tidak ‘kaget’ saat harus puasa satu bulan. Manfaat lainnya adalah mengingatkan yang masih punya kewajiban beribadah supaya cepat diselesaikan.

الَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّفِي شَعْبَانَ‏.‏ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Artinya: Aisyah mengatakan, “Kadang aku melewatkan beberapa hari selama Ramadhan, tapi tidak bisa menggantinya kecuali di bulan Sya’ban. Yahya perawi lain mengatakan, “Dia dulu harus melayani kebutuhan Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan Allah SWT tidak segan memberi ridho hambaNya yang selalu beribadah dan melakukan amal baik. Apalagi jika ibadah tersebut dilakukan rutin.

أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ، لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْشَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ ‏ “‏ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّىتَمَلُّوا، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا دُووِمَ عَلَيْهِ، وَإِنْ قَلَّتْ ‏”‏ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةًدَاوَمَ عَلَيْهَا

Artinya: Seperti diceritakan Aisha, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW biasa berkata, “Lakukan amal yang mudah dilaksanakan, karena Allah SWT tidak pernah lelah memberikan balasan hingga kamu capek dan bosan beribadah.” Ibadah yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah yang dilakukan rutin sepanjang hidup meski sedikit. Tiap kali Rasulullah SAW beribadah dia melakukannya dengan rutin.

Ditengah penyebaran virus corona saat ini, Puasa Sya’ban bisa menjadi sarana lebih dekat pada Allah SWT sambil tetap tinggal di rumah. Semakin dekat pada Allah SWT maka ridho, kekuatan, dan perlindungan bisa diperoleh dengan mudah. Tentunya ibadah harus dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tiap muslim.(*)

Keutamaan dan Tata Cara Puasa Senin Kamis

Puasa Rajab: Niat Saat Sahur dan Doa Berbuka

Puasa Senin Kamis: Keutamaan dan Tata Cara Juga Doa Berbuka

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *