oleh

Negara ini Ternyata Tak Khawatir Corona. Bioskop Tetap Buka, Tak Ada Perintah Warga Jaga Jarak

SULSELONLINE.COM – Seperti halnya di benua Asia, saat ini kawasan Eropa sudah dinyatakan sebagai pusat wabah virus corona.

Negara di benua Eropa yang paling terdampak pandemi corona adalah Italia, Spanyol, dan Inggris.

Tapi hebatnya, di tengah ancaman virus corona, ada satu negara di Eropa yang mengklaim tidak terlalu khawatir penyebaran penyakit tersebut, yakni Belarus.

Salah satu buktinya, pemerintah di Belarus tidak menerapkan karantina wilayah. Apalagi menerapakan lockdown.

Bahkan jangankan karantina wilayah, pemerintah Belarus juga tidak secara khusus meminta warga untuk saling menjaga jarak.

Padahal negara tetangga mereka, seperti Rusia dan Ukraina,  sudah mengambil langkah yang sangat drastis.

Ukraina misalnya, sudah menyiapkan keadaan darurat sementara Rusia menutup semua sekolah.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan, negaranya tak perlu khawatir ancaman virus corona.

Bandingkan dengan Rusia, semua kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak dibatalkan. Demikian juga dengan aktivitas penerbangan.

Sementara di Belarus, kehidupan berjalan seperti biasa. Warga ke tempat kerja dan tentu saja tidak ada orang-orang yang panik membeli barang kebutuhan dalam jumlah banyak.

Selain itu, pemerintah Belarus tidak menutup perbatasan dengan negara tetangga.

Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, mengatakan negaranya tidak perlu mengambil langkah-langkah khusus menghadapi atau mengantisipasi wabah virus corona.

“Hal seperti ini pasti terjadi. Yang penting adalah jangan panik,” katanya saat menerima duta besar China di ibu kota Minsk, beberapa hari yang lalu, seperti dikutip dari bbc news.

Di negara itu, bioskop, teater dan kegiatan-kegiatan yang dihadiri banyak orang masih berjalan seperti biasa.

Selain itu, Belarus adalah satu dari sedikit negara di dunia yang tidak membatalkan kalender kompetisi sepak bola.

Turnamen masih berjalan dan disiarkan secara langsung ke negara tetangga, Rusia.

Presiden Lukashenko pernah menyatakan bahwa “traktor bisa menyembuhkan orang-orang yang terinfeksi virus corona”.

Komentar ini memicu perdebatan secara meluas, bahkan menjadi bahan olok-olok di media sosial.

Namun yang dimaksud oleh presiden adalah, dengan bekerja di ladang pertanian, maka badan menjadi sehat dan bugar.

Dalam keadaan bugar, orang menjadi lebih kuat ketika terserang virus.

Presiden juga pernah mengatakan meski dirinya bukan orang yang suka mengonsumsi minuman keras, ia akan mencoba untuk minum vodka agar bisa terhindar dari virus corona.

Meski pemerintah sepertinya santai, rakyat biasa, secara diam-diam sesungguhnya khawatir ancaman wabah tersebut.

Warga yang aktif mengikuti perkembangan di luar negeri dan memburuknya situasi di banyak negara, membuat mereka khawatir.

Di Minsk, sejumlah pelajar pura-pura sakit agar tidak kontak dengan murid-murid lain di ruang kelas yang penuh sesak.

Untuk mengatasi kekhawatiran semacam ini, perguruan tinggi memulai perkuliahan lebih siang, dengan begitu para mahasiswa tidak harus ke kampus pada jam sibuk di pagi hari.

Pantauan memperlihatkan bahwa kerumunan di Minsk tak sebesar beberapa waktu lalu.

Muncul juga kesadaran bahwa mereka yang berusia lanjut rentan terserang virus.

Namun kesadaran ini bukan berasal dari imbauan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. (*)

Presiden Lukashenko menekankan bahwa cemas dan merasa seolah-seolah terkena penyakit adalah sesuatu yang berbahaya.

Ia mengeklaim kecemasan yang meluas “lebih berbahaya dari virus itu sendiri”.

Ia sudah memerintahkan badan intelijen untuk mencari dan menangkap orang-orang yang dituduh menyebarkan kepanikan dan kecemasan.

Padahal, sejauh ini, terdapat 86 kasus virus corona di Belarus sementara yang meninggal dua orang, meski pemerintah belum mengeluarkan konfirmasi bahwa keduanya memang meninggal akibat virus itu.

Dalam banyak hal, Belarus memang unik. Belarus adalah satu-satunya negara di Eropa yang masih menerapkan hukuman mati.

Yang juga unik, Andrey Kim, pegiat oposisi yang biasanya sering mengecam pemerintah, kali ini satu suara dengan presiden.

Dalam tulisan di Facebook, Kim mengatakan setuju dengan kebijakan presiden karena “karantina wilayah hanya akan mematikan perekonomian Belarus”.

Ia menambahkan, banyak negara “mengambil kebijakan darurat dalam menghadapi pandemi virus corona, namun Belarus sudah mengambil langkah yang benar, dengan mendoakan agar semua rakyat sehat-sehat saja”. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *