oleh

Pesawat Jatuh, Misi Kemanusian Pilot Perempuan Asal AS Itu Pun Terhenti di Danau Sentani

SULSELONLINE.COM — Kapten Joice Lin (40) terbang menggunakan pesawat
Mission Aviation Fellowship (MAF) dari Bandara Sentani Kabupaten Jayapura, Selasa, 12 Mei 202 pagi.

Hari itu ia berencana menuju Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara untuk membawa logistik penanganan Covid-19.

Logistik tersebut dikirim setelah dua hari sebelumnya tenaga medis di Distrik Mamit meminta kelengkapan APD ke Satgas Covid-19 Papua.

Saat itu Satgas menjanjikan akan mengirim ulang logistik jika ada maskapai yang bersedia melayani penerbangan ke Distrik Mamit.
Logistik berupa rapid test, VTM, dan alat pelindung diri (APD) itu kemudian dibawa oleh Joice Lin seorang diri menggunakan pesawat perintis.

Pilot perempuan asal Amerika Serikat tersebut kemudian bertolak dari Bandara Sentani sekitar pukul 06.27 WIT.

Dua menit setelah terbang, pilot tersebut berkata, “mayday…mayday..”  Suara tersebut terdengar jelas oleh pilot-pilot di pesawat-pesawat yang berada di frekuensi 119,1.
Ternyata pesawat yang dibawa oleh Joice Lin jatuh di Danau Sentani.

Sang pilot ditemukan meninggal di dalam kokpit pesawat dan jenazahnya ditemukan di kedalaman 13 meter.

“Saya sudah terima laporan yang menyatakan tim SAR sudah menemukan jenazah pilot pesawat MAF dengan kode penerbangan PK-MEC setelah menyelam di Danau Sentani,” kata Perwakilan KNKT Papua Norbert Tunyanan.

Pilot pesawat berhasil ditemukan pukul 08.30 WIT, setelah dilakukan pencarian dari tim SAR bersama potensi SAR lainnya
Joyce yang meninggal dunia langsung dibawa ke RS Bhayangkara di Jayapura.

Joyce Lin adalah seorang pilot dan spesialis Teknologi Informasi (TI) lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang ternama.
Joyce kecil dibesarkan di Colorado dan Maryland. Sejak masih muda, ia kerap melakukan pelayanan gereja.

Pada usia delapan tahun, Joyce menunjukkan ketertarikannya pada segala sesuatu yang berkaitan dengan komputer, terutama pemrograman komputer.

Joyce mengambil jurusan ilmu komputer di MIT dan menerima gelar Sarjana Sains dan Magister Teknik dari MIT.

Karena minatnya dalam penerbangan, ia juga memperoleh sertifikat pilot pribadi (PPL) saat masih kuliah.

Dia juga memperoleh rating instrumen (IR) dan sertifikat pilot komersial (CPL). Ia lalu bekerja sebagai instruktur penerbangan untuk memenuhi persyaratan pilot MAF.

Sebagai seorang pilot, Joyce membantu kehidupan orang-orang yang terisolasi. Ia menyediakan penerbangan evakuasi medis untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Joyce juga melayani pengangkutan pasokan untuk pengembangan masyarakat serta mengangkut misionaris, guru, dan pekerja bantuan kemanusiaan ke lokasi yang tidak dapat diakses.

Seperti dilansir Kompas, sebagai seorang spesialis TI, Joyce mengatur dan memelihara jaringan komputer agar para misionaris dan pekerja kemanusiaan dapat mengakses sumber daya di internet dan menghubungi pendukung mereka.

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *