oleh

Diplomat Amerika dan China Berdebat di Sidang DK PBB

SULSELONLINE.COM – Bukan hanya di dunia maya dengan cara melempar kritikan, ketegangan antara Amerika Serikat dan China juga terjadi di dunia nyata tepatnya dalam pertemuan di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Selasa (19/5). Saling debat antara diplomat kedua negara itu terjadi ketika mereka membahas operasi bantuan kemanusiaan di Suriah.

Utusan kedua negara berdebat soal kepemimpinan global. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Kelly Craft meminta China untuk membuktikan klaim kepemimpinan globalnya dalam memerangi Covid-19.

Kelly mengungkapkan, pembuktian itu harus dilakukan dengan mendukung “resolusi yang memungkinkan PBB untuk memerangi pandemi ini dengan mengirimkan bantuan lintas negara ke dalam Suriah untuk menyelamatkan warga”.

Menanggapi hal itu, Duta Besar Cina untuk PBB Zhang Jung mengatakan Beijing mendesak Amerika Serikat untuk fokus pada upaya global untuk memerangi virus.

“Berhenti bermain politik dan benar-benar fokus pada menyelamatkan nyawa dan berhenti mengalihkan tanggung jawabnya sendiri kepada negara lain,” kata Jung.

Amerika Serikat mempertanyakan keterbukaan China mengenai pandemi Covid-19. Bulan lalu, Washington menangguhkan dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan menuduh badan PBB itu mempromosikan “disinformasi” China.

Lockdown: Warga China, Inggris, Amerika Minta Izin Tinggal di Bali

WHO membantah tuduhan itu. Sementara, Cina mengatakan bahwa yang apa yang disampaikannya sudah transparan.

Pertikaian antara kedua negara yang memiliki hak veto Dewan Keamanan PBB itu juga telah menghalangi upaya selama berbulan-bulan oleh badan tersebut untuk menyetujui resolusi yang mendukung seruan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Sekjen PBB menyerukan kepada dunia untuk melakukan gencatan senjata global agar dapat fokus melawan pandemi Covid-19.Virus itu telah menginfeksi lebih dari 4,8 juta orang dan menjatuhkan 319.000 korban jiwa.

Dikutip republika, dalam pertemuan itu, kepala bantuan PBB Mark Lowcock mengimbau dewan untuk memperbarui otorisasi bagi pengiriman bantuan melalui dua perbatasan negara dari Turki.Ia menggambarkan akses itu sebagai “jalur kehidupan bagi jutaan warga sipil.(*)

Warga AS Demo, Desak Karantina Diakhiri. Gubernur Kecewa pada Trump

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *