oleh

Kisah ASN Tertular Covid-19 Padahal Tidak ke Mana-mana

SULSELONLINE.COM – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dinyatakan sembuh dari Covid-19.

ASN berinisial A dan pegawai kontrak berinisial U itu telah bekerja seperti biasa di Kantor Bupati Probolinggo. Mereka terlihat berinteraksi dengan pegawai lainnya.

Mereka mengenakan masker dan menjaga jarak saat bercengkerama dengan rekannya.

Sembari mengetik di laptop, dua pegawai yang mengenakan seragam hitam putih itu berbincang dengan rekan kerja lain. Seolah tak terjadi apa-apa.

Sebelumnya, ASN tersebut dikarantina di rumah pengawasan dan kediaman pribadinya sekitar satu bulan. A tak tahu dari mana tertular Covid-19. Sebab, ia mengaku tak pernah keluar rumah.

“Saya termasuk tim yang mengolah dan membuat data informasi sebaran Covid-19. Saya enggak ke mana-mana, tapi tertular Covid-19, mungkin tertular data Covid-19 yang saya ketik tiap hari,” kata A sambil tertawa, Kamis (11/6/2020).

A tak memiliki pengalaman buruk selama menjalani karantina. Tetangga dan koleganya memberikan dukungan agar bisa melawan penyakit tersebut.

Ia pun sering mendapatkan kiriman makanan dari para kolega dan tetangganya.

“Alhamdulillah enggak ada tuh berita yang sampai ke kuping saya yang negatif. Mereka benar-benar support lahir batin selama saya dinyatakan positif swab lewat WhatsApp atau telepon,” jelasnya.

Rekan kantor pun serupa. Mereka terlihat biasa. A pun masih bekerja mengolah data sebaran Covid-19 setiap hari.

“Kuncinya jaga imunitas. Saya OTG atau orang tanpa gejala. Dikarantina di rumah pengawasan hanya tiga hari. Ikuti protokol kesehatan saja,” kata A.

Hal serupa juga dialami U, pegawai kontrak di Kantor Bupati Probolinggo.  Setelah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari lokasi karantina, U juga kembali masuk kantor pada Senin 8 Juni  lalu.

Pria berusia 29 tahun itu berharap masyarakat memberikan dukungan penuh kepada pasien positif Covid-19. Terutama keluarga dan tetangga.

Mereka memiliki peran penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien positif Covid-19.

“Keluarga, tetangga dan teman kerja memberikan dukungan moral. Sebab dukungan moral meningkatkan imun kita, kesehatan kita dan kepribadian kita, terutama di rumah,” kata U.

Sementara itu, Kepala Diskominfo, Statistik, dan Persandian Probolinggo Yulius Christian meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada pasien Covid-19. Pasien Covid-19 bisa disembuhkan.

“Jangan sampai ada stigma negatif terhadap pengidap. Jauhi penyakitnya tapi jangan jauhi orangnya,” ujarnya, mengutip Kompas.com.

Dia menceritakan, A dan U sebelumnya mengikuti rapid test virus corona baru atau Covid-19. Mereka dinyatakan reaktif.

Setelah itu, ASN dan pegawai kontrak di Kantor Bupati Probolinggo itu menjalani tes swab dan dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun menjalani karantina dan perawatan hingga dinyatakan sembuh. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *