oleh

Unhas Umumkan 25 Pegawainya Positif Covid-19

SULSELONLINE.COM — Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengumumkan sebanyak 25 pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka yang terkonfirmasi positif ini sebelumnya dinyatakan reaktif dalam rapid test yang digelar Unhas terhadap 2.000 pegawai.

“Hari ini kami telah menerima hasil pemeriksaan swab PCR terhadap ke-37 pegawai yang reaktif. Sebanyak 25 ditemukan positif terinfeksi Covid-19, walaupun sampai saat ini belum ada gejala klinis baik ringan maupun berat,” ujar Humas Unhas, Ishaq Rahman dalam keterangan tertulis, yang duterima Rabu (24/6/2020).

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19 Unhas yang juga Dekan Fakultas Kedokteran, Prof dr Budu  menjelaskan bahwa upaya screening kepada semua pegawai Unhas, merupakan langkah yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Seluruh pegawai yang dinyatakan positif tersebut kondisinya dalam keadaan sehat, tidak ada gejala sakit apapun yang kita temui. Coba bayangkan kalau kita tidak melakukan pemeriksaan massal. Mereka ini tentu bisa menjadi sumber penularan bagi ribuan pegawai lainnya. Sekarang kita segera memutus rantai sebaran,” ujarnya.

Menurutnya, Tim Satgas Covid-19 Unhas telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk menangani pegawai Unhas yang terinfeksi Covid-19. Mereka akan menjalani isolasi yang ketat.

“Kita kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel, Gugus Tugas Sulsel dan Satgas Kota Makassar. Untuk mereka yang positif, kita akan berikan pilihan untuk isolasi di hotel. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel untuk hal ini,” jelasnya.

Dia menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Makassar dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk melakukan pelacakan kontak dari pegawai Unhas yang positif. Dia berharap puluhan pegawai Unhas itu segera sembuh.

“Intinya, kita ingin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa jangan takut, jangan malu,  dan jangan minder kalau terkena Covid-19, apalagi kalau kita lihat, pegawai kita yang positif ini risikonya rendah, karena tidak ada gejala. Mudah-mudahan dengan penanganan yang baik mereka akan segera sembuh dan bersih dari virus corona,” paparnya. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *