oleh

Wah, Ternyata Ada Komunitas Pelakor Indonesia

SULSELONLINE.COM — Kaum hawa yang merasa rumah tangganya diganggu oleh pelakor alias perebut laki orang, kini ada wadah yang bisa menampung berbagai keluh kesah.

Wadah itu merupakan Komunitas Pelakor Indonesia di Facebook yang viral menjadi atensi warganet baru-baru ini.

Apa itu Komunitas Pelakor Indonesia? Menurut keterangan dalam grup Facebook, Komunitas Pelakor Indonesia adalah tempat mencurahkan isi hati tentang pelakor dan mengunggah foto pelakor yang meresahkan.

“Grup ini adalah ajang silaturahmi untuk para madu dan pembenci pelakor… shilakan baku hantam di sini asal tidak rasis. Dilarang keras mengunggah gambar gambar tidak senonoh, dilarang ber iklan, dilarang berpolitik,dilarang hoax dan di larang menebar berita bohong,, Apabila ada status dan gambar yg tidak berkenan di hati kalian shilakan laporkan ke admin, akan kami delete permanen dan di kluarkan dari anggota group secara tidak hormat…. terimakasih. NB… akun fake dilarang masuk,” tulis grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia.

Saat dikonfirmasi, admin sekaligus pendiri dari grup Komunitas Pelakor Indonesia, Ratih Ayu Pramudita menjelaskan tentang komunitas di Facebook yang viral itu. Seperti yang sudah ditulis di Facebook, kata Ratih, komunitas ini merupakan ajang curhat para wanita yang sudah dimadu oleh pasangannya.

“Grup ini hanya curahan hati para wanita yang telah di madu. Tapi sekarang sudah dimasuki oleh wanita wanita korban pelakor. Sehingga jadi ramai dah pada ribut di sini. Saya membuat grup ini karena saya merasa prihatin melihat banyak orang yang menikah siri tapi sama sekali tidak dihargai,” ungkap Ratih Ayu Pramudita lewat Chat Facebook, Rabu (24/6/2020).

Ratih mengaku sudah membuat akun grup Komunitas Pelakor Indonesia sejak 2016. Namun grup tersebut baru dipublikasikannya satu tahun yang lalu. Grup yang berawal dari curhatan para wanita dimadu itu kini menjadi lebih kompleks.

Romeo dan Juliet Milenial: Sepasang Kekasih Minum Racun Gegara Tak Direstui Orangtua

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *