oleh

Unhas Akan Lakukan Rapid Test Covid-19 ke Seluruh Dosen

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin kembali menerima ribuan alat kesehatan penanganan Covid-19 dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan.

Alat kesehatan tersebut diserahkan oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah kepada Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu di rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar pada Rabu 24 Juni lalu.

Alat kesehatan tersebut berupa masker non-medis 3.000 buah, APD UEA 2.500 buah, masker N95 100, Googless 1.000 buah dan alat rapid test 4.000 unit.

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menyampaikan terima kasih atas komitmen bersama Pemerintah Provinsi Sulsel untuk melakukan proses percepatan penurunan angka penularan Covid-19 di Makassar.

“Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan baik. Terutama 4.000 alat rapid test tersebut akan kami gunakan untuk kembali melakukan test kepada para dosen di Unhas. Ini menjadi wujud sinergi yang sudah kita bangun bersama pemerintah. Kami harap, dengan kolaborasi tersebut membantu upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19,” jelasnya, melalui keterangan tertulis dari Kasubdit Humas dan Informasi Publik
Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman AMIPR, Jumat (26/6/2020).

Sebelumnya Unhas telah melakukan test massal kepada para pegawai dan tenaga kependidikan. Unhas berencana untuk melanjutkan test kepada para dosen.

Selain sebagai upaya pencegahan, tes juga sebagai langkah edukasi kepada masyarakat luas yang menolak rapid test.

“Kita ingin memberikan contoh ke masyarakat bahwa rapid bukan hal yang harus ditolak. Positif itu bukan aib, justru kita menjadi pahlawan karena telah melindungi orang-orang disekitar kita. Makanya kemarin kita lakukan rapid kepada 2.000 pegawai secara massif, kita ingin menunjukkan bahwa ayo kita sterilkan. Kalau kita mau memutuskan mata rantai, kita bersihkan institusi terdekat atau lingkungan sekitar kita,” jelasnya.

Rapid test untuk para dosen di Unhas menjadi bentuk kesiapan Unhas menerima calon mahasiswa baru.

Apalagi dalam waktu dekat akan diselenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), para panitia yang terlibat didominasi oleh para dosen.

“Momen baik juga, rencananya 5 -13 Juli akan berlangsung UTBK. Panitianya para dosen, kasihan jika para peserta yang dalam keadaan sehat tersebut harus tertular jika diantara panitia ada yang terindikasi positif. Jika terdeteksi dini kita bisa melakukan upaya pencegahan,” ungkapnya. (*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *