oleh

Dua Orang Meninggal Saat Bersepeda Pakai Masker

SULSELONLINE.COM – Dua warga Semarang Jawa Tengah dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami sesak napas karena bersepeda menggunakan masker.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang meminta warganya saat berolahraga menggunakan sepeda agar berhati-hati.

“Kalau olahraga pakai masker malah bahaya. Sudah ada dua warga kita yang meninggal karena pakai masker saat gowes. Maka kalau olahraga tidak usah pakai masker tapi sewaktu istirahat baru dipakai maskernya,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (28/6/2020).

Hingga kini, belum ada laporan orang yang terinfeksi virus corona setelah berolahraga. Dia pun berharap tidak ada penularan dari kegiatan tersebut.

Selain itu, di media sosial, beredar informasi seorang pria meninggal dunia sebab pakai masker saat bersepeda. Informasi itu jadi pesan berantai dan telah dibagikan berkali-kali di Whatsapp, sejak beberapa hari ini.

Haruskah menggunakan masker selama berolahraga?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan bahwa setiap orang harus menggunakan masker ketika mereka meninggalkan rumah.

Dokter Paul Auerbach, seorang dokter emergensi di Stanford University School of Medicine baru-baru ini mencoba berlari sejauh 8 Km dalam cuaca 27,2 Celsius saat mengenakan masker.

Masker itu menutupi mulut dan hidungnya ketika ia berolahraga.

Saya merasakan seperti tidak mendapatkan cukup udara. Jika saya menghembuskan napas dengan paksa, udara akan keluar melalui samping,” katanya, seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Dokter Auerbach merasakan maskernya menjadi basah karena keringat dan pernafasan yang keluar.

Direktur medis New York Road Runners, dokter Stuart Weiss, mengatakan bahwa berolahraga dengan menggunakan masker dapat mengubah dinamika pernapasan.

“Berlari dengan menggunakan masker akan mengubah dinamika pernapasan, tergantung pada bahan dari mana masker itu terbuat,” ungkapnya.

Dia mengatakan penggunaan masker ketika berolahraga akan lebih sulit untuk bernapas, dan dapat memengaruhi kinerja tubuh.

Dia memperingatkan bahwa masker dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir hidung, serta penumpukan keringat di sekitar mulut, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Seorang peneliti olahraga di Mayo Clinic, Michael Joyner yang mencoba mengenakan masker kain selama bersepeda.

Dia mengatakan sekarang bukan saatnya untuk mencoba menetapkan yang terbaik secara pribadi.

“Jika Anda seorang atlet profesional dan benar-benar perlu berlatih keras, pergilah ke daerah terpencil, dan berlatihlah di luar ruangan tanpa menggunakan masker,” katanya.

Dokter Auerbach mengatakan masker jenis apa pun akan sedikit menghalangi pernapasan ketika anda berolahraga.

Dia menyarankan untuk menguji masker terlebih dahulu dan menyarankan segera berhenti berolahraga jika merasa pusing.

Jika Anda memiliki masalah pernapasan sebelumnya, ia mengatakan Anda harus mempertimbangkan lagi untuk berolahraga di luar ruangan.

Ketika berolahaga di ruangan, Dokter Auerbach menyarankan agar masker selalu ditempatkan di leher.

“Taruhlah masker di leher Anda ketika sambil berjalan, berlari atau bersepeda sehingga Anda bisa menariknya ke mulut dan hidung ketika Anda berpas-pasan dengan orang,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *