oleh

Dekan Fakultas Kedokteran, FKG dan Guru Besar Unhas Positif Covid

SULSELONLINE.COM – Penularan Covid-19 semakin membahayakan. Terbaru sejumlah pejabat di Universitas Hasanuddin (Unhas) dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid-19). Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas juga terkena virus tersebut.

“Benar, Dekan FK, Dekan FKG, Wakil Dekan III FK, dan beberapa guru besar dan dosen diketahui positif Covid-19, informasi yang kita dapatkan mereka saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” ujar Humas Unhas Ishaq Rahman Rabu 7 Juli 2020 dikutip dari detik.com.

Sejumlah pejabat yang dinyatakan positif Covid-19 yakni Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas Prof Dr Budu dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Drg Muhammad Ruslin. Selain itu, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Dr Firdaus Hamid beserta beberapa guru besar dan dosen Unhas juga dinyatakan positif.

Menurut Ishaq, kedua dekan yang terpapar Covid-19 diketahui aktif di Satuan Tugas COVID-19 Unhas. Sedangkan Wakil Dekan III aktivitas rutinnya memeriksa spesimen hasil tes swab di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Unhas.

“Dekan FK dan Dekan FKG aktivitasnya banyak bersentuhan di Satgas Covid-19 Unhas sehingga berisiko terkena virus,” tutur Ishaq.

Nurdin Abdullah : Masih Ada Dua Daerah yang Masuk Kategori Tinggi Penularan Covid-19

Terkait kasus positif Covid-19 yang dialami dekan dan sejumlah dosen, lanjut Ishaq, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengeluarkan kebijakan pada para pegawainya untuk memaksimalkan pekerjaannya dari rumahnya, terkecuali ada pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan di kantor.

“Saat ini memang perkuliahan libur, yang ada layanan administrasi dan proses ujian masuk, Ibu Rektor meminta pekerjaan yang dapat diselesaikan di rumah terus dimaksimalkan, kecuali pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor, tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Ishaq.

Sementara itu, guna melakukan skrining pada pada tenaga pengajarnya, Unhas melaksanakan rapid diagnostic test (RDT) di GOR Kampus Unhas Tamalanrea. RDT digelar selama 3 hari (8-10/7) dan ditargetkan akan diikuti sekitar 1.652 dosen dari seluruh fakultas dan program studi di Unhas.

Pada hari pertama, ditemukan sebanyak 8 orang dosen yang reaktif, dari empat fakultas yang berbeda, yaitu Fakultas Hukum (1 orang), Fakultas Ilmu Budaya (2 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (1 orang), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (4 orang).

Dosen-dosen yang reaktif tersebut langsung ditangani tim dokter, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, dosen-dosen yang reaktif ini, pada Kamis esok (9/7), akan dilakukan pengambilan sampel swab untuk melakukan test PCR, untuk mengetahui status dan kondisi mereka.(*)

Sukses Gelar Gerakan Sejuta Masker, Pemkab Gowa Catatkan Rekor MURI

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *