oleh

Dua Pria Didenda Rp 169 Juta karena Anggap Remeh Karantina Mandiri

SULSELONLINE.COM – Ketegasan penegak hukum mengenai sanksi berat bagi mereka yang meremehkan ancaman Covid-19 ini patut diapresiasi.

Hakim yang menangani kasus pelanggaran karantina mandiri yang melibatkan dua pria, tanpa ampun menjatuhkan denda Rp 169 juta.

Media terkemuka di Inggris, The Sun, Selasa (28/7/2020), mengabarkan, dua orang pekerja didenda 9.000 poundsterling atau Rp 169 juta karena melanggar karantina mandiri.

Keduanya adalah Georgie Phillips (28) dan Mark Paul Dillon (31). Ceritanya, kedua pria ini pindah ke Guernsey, Inggris, untuk memulai pekerjaan baru mereka.

Selama masa pandemi Covid-19, keduanya menganggur. Mereka kemudian inisiatif pindah ke Guernsey pada 10 Juli untuk bekerja di Yacht Inn.

Sebagai pendatang baru di kota itu, keduanya diwajibkan menjalani karantina atau isolasi mandiri selama dua pekan atau 14 hari untuk mencegah penularan virus corona.
Namun, sebelum masa karantina mandiri tuntas, keduanya nekat nongkrong di bar. Aksi nekatnya justeru ketahuan oleh calon manajer mereka di Yatct Inn.

Pada persidangan di Pengadilan Magistrates Guernsey, keduanya mengaku bersalah. Phillips didenda 3.000 poundsterling (Rp 56 juta) atau 150 hari di penjara karena satu pelanggaran.

Dillon didenda 6.000 (Rp 113 juta) atau 300 hari penjara, karena dua pelanggaran.

Lebih apes lagi, keduanya kehilangan pekerjaan. Manajemen Yatch Inn enggan mempekerjakan mereka, karena tidak patuh protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Hanya sepekan menjalani isolasi mandiri, keduanya sudah terlihat di bar. Bahkan pada hari pertama karantina mandiri, Dillon sudah nongkrong di sebuah toko.

Hakim menegaskan, aturan karantina tersebut berlaku untuk semua pendatang di wilayah itu tanpa terkecuali demi menekan penyebaran covid-19.

Pengacara kedua pria itu meminta keringanan hukuman untuk kliennya dengan alasan mereka tidak punya uang, , tapi hakim menolak. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *