oleh

Viral Foto Pekerja Sedang Mengelas Pintu Gudang di Beirut

SULSELONLINE.COM – Sebuah foto viral ketika diunggah pada Rabu (5/8/2020) malam WIB yang memperlihatkan sejumlah pekerja sedang mengelas pintu gudang amonium nitrat di kawasan Pelabuhan di Beirut sebelum terjadi ledakan dahsyat.

Hingga saat ini, ledakan besar di ibu kota Lebanon itu masih diduga karena amonium nitrat, tetapi tidak diketahui secara pasti kenapa bisa meledak.

Beragam spekulasi pun muncul, dan di Twitter sedang ramai dibicarakan foto pekerja mengelas pintu gudang amonium nitrat sebelum ledakan.

Akun @spectatorindex berkicau, sumber-sumber di Lebanon mengatakan bahwa pengelasan pintu gudang memunculkan percikan api yang jadi pemicu meledaknya 2.700 ton amonium nitrat.

Sementara itu, @IntelCrab mengunggah foto tiga pekerja yang sedang mengelas pintu gudang, lengkap dengan tumpukan karung amonium nitrat di dalam ruangan.

Pintu dan jendela gudang tampak cocok dengan foto dan video dari gudang tempat ledakan terjadi.

https://twitter.com/IntelCrab/status/1290782284686266372/photo/1

Kemudian, ada satu pekerja di foto itu yang mengenakan masker kain, artinya foto itu diambil baru-baru ini saat pandemi virus corona.

Meski keabsahan foto ini masih diragukan, Direktur Jenderal Pelabuhan Beirut Hassan Kraytem mengungkapkan, memang ada pekerjaan pengelasan pintu gudang.

“Kami diminta memperbaiki pintu gudang oleh Keamanan Negara, dan kami mengerjakannya siang hari, tetapi (penyebab) yang terjadi di sore harinya saya tak tahu kenapa,” ucapnya dikutip dari CNN, Kamis (6/8/2020) dikutip Kompas.com.

Dilansir dari Times of Israel pada hari yang sama, percikan dari alat las tidak bisa menyebabkan nitrat meledak, tetapi bisa memicu bahan-bahan lainnya dan menaikkan suhu cukup tinggi yang berujung ledakan.

Amonium nitrat adalah zat yang digunakan sebagai bahan peledak dan bisa juga dipakai membuat pupuk.

Zat ini juga sempat menimbulkan ledakan sebelum di Beirut, yakni di Texas City pada 1947 yang menewaskan ratusan orang dan gelombang pasang setinggi 4,5 meter.
Saat itu jumlah amonium nitrat yang meledak adalah 2.300 ton.

https://twitter.com/IntelCrab/status/1290782284686266372/photo/2

Amonium nitrat juga menjadi bahan utama dari bom yang menghancurkan sebuah bangunan negara di kota Oklahoma, Amerika Serikat (AS), pada 1995.

Tahun lalu laporan-laporan dari intelijen Israel Mossad mengklaim telah diberitahu intel-intel Eropa bahwa kelompok milisi Hezbollah menyimpan amonium nitrat untuk digunakan di bom London, Siprus, dan tempat-tempat lainnya.

Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengatakan, material itu adalah barang sitaan selama bertahun-tahun dan disimpan di gudang, yang lokasinya hanya beberapa menit jalan kaki dari distrik perbelanjaan dan kehidupan malam Beirut.

Menurut CNN, material itu disita dari kapal MV Rhosus yang kehabisan dana saat menuju Mozambik.

Kapal tersebut kemudian memutar ke Beirut untuk mencari kargo tambahan demi menambal biaya, tetapi karena banyak masalah akhirnya ditahan otoritas pelabuhan Beirut.

Mantan pimpinan Bea Cukai Lebanon yang sekarang dan sebelumnya sudah meminta pihak berwenang memindahkan zat kimia itu karena berbahaya, tetapi permintaan mereka tak digubris.

Kemudian Times of Israel memberitakan, laporan resmi awal tahun ini menunjukkan ada masalah dengan gudang nomor 12 tempat amonium nitrat itu disimpan, tetapi tidak ada tindakan yang diambil.

Pada foto yang viral itu terlihat nama Nitrophill HD. Menurut Times of Israel, nama itu mengacu ke perusahaan Brasil yang memproduksi bahan peledak untuk tambang.

PM Lebanon Hassan Diab mengatakan, 2.750 metrik ton amonium nitrat yang disimpan selama bertahun-tahun adalah pemicu ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 100 orang ini, dan membuat 5.000 orang luka-luka.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan dilewati tanpa tindakan.” “Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan menebusnya,” tegas PM yang menjabat sejak 21 Januari 2020 itu.(*)

Muncul Lubang Besar Berdiameter 124 Meter di Bekas Ledakan Lebanon

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *