oleh

Ustaz Khalid Basalamah Berduka, Ayahnya Meninggal Dunia

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR – Ustaz Khalid Basalamah dan keluarga besarnya berduka. Ayahanda tercinta, Ustaz Zeed Abdullah Basalamah meninggal dunia di Makassar, pada Jumat 7 Agustus 2020, malam.

Almarhum dikenal sebagai tokoh agama yang low profile. Dikenal juga sebagai ulama kharismatik.

“Bagi kami ponakan-ponakannya, karena Ustaz Zeed tertua, beliau sebagai guru dan ustaz yang membimbing ponakan-ponakannya, tidak hanya anak-anaknya, bahkan juga ummat,” kata ponakan almarhum Zeed Abdullah Basalamah, Muh Syafii Basalamah melalui tribun-timur.com, Ahad (9/8/2020).

Almarhum memilih jalan ‘tersembunyi’ untuk mendidik umat. Pilihannya tidak masyhur tapi manfaat dan teladannya menjadi pelita bagi umat, masyarakat sekitar dan keluarga.

Semasa hidup Ustaz Zeed Abdullah Basalamah diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial atau keummatan.

Terbukti dengan pendirian Pondok Pesantren Addaraen dan masjid yang berlokasi tepat di samping rumahnya, Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Khusus pembangunan masjid tepat di samping rumah almarhum, itu didasari atas kebutuhan warga sekitar. Pasalnya, masjid di kawasan Terminal Mallengkeri dan kantor Polsek Rappocini Makassar itu terbilang cukup jauh.

Ustaz Zeed Abdullah Basalamah pun berinsiatif untuk membangun masjid dan walhasil terealisasi sekitar 2016-2017 lalu. Masjid itu pun digunakan oleh santri dan masyarakat sekitar untuk beribadah.

“Memang beliau menginginkan membangun masjid, karena di sekitar rumah almarhum tidak ada masjid. Tiap mau Salat Jumat salatnya di kantor dinas, ditambah beliau banyak sopir-sopir di sekitaran situ,” ujar Muh Syafii Basalamah.

Ia bertemu terakhir kali dengan Ustaz Zeed Abdullah Basalamah beberapa bulan lalu. Ia juga menyampaikan, Almarhum hanya sakit-sakit biasa.

Ia menyebutnya sakit orang tua dikarenakan almarhum telah menginjak usia 80-an tahun.

Karangan bunga duka cita berjejer di halaman kediaman almarhum Syech H Zeed bin Abdullah Basalamah ayah dari Ustaz Khalid Basalamah di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Seperti karangan duka dari Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding, Ketua Pembina YW UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly, keluarga Basalamah di Jakarta dan beberapa lainnya.

Seorang sahabat teman seperjuangan Almarhum Syech H Zeed bin Abdullah Basalamah, Prof Hasyim Aidid menyampaikan duka mendalam di sejumlah grup WhatsApp.

Sejak turun-temurun, almarhum dikenal berasal dari keluarga terpandang dengan garis turunan ulama yang kharismatik.

“Turut berduka atas wafat sahabat saya H Seed bin KH Abdulah Basalamah sejak akhir 1960/1970-an. Pemilik Pesantren Addarain. Seorang yang shaleh dan mujahid. Lahu Al-Fatihah. Aamiin. Salam hormat pada seluruh keluarga. Sabar, Tawakkal, Ikhlas. Lillahi SWT,” ucanya.

Syech H Zeed Abdullah Basalamah, meninggal dunia diduga karena Covid-19. Melalui rekaman video Ustaz Khalid Basalamah, pemakaman berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebelum dimakamkan di pekuburan Covid-19 di Macanda Gowa, jenazah disalati di RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar. Prosesi salat jenazah diimami oleh Ustad Khalid Basalamah, sang putra tercinta.

Karena situasi pandemi Covid-19, pihak keluarga sepakat untuk tidak menggelar takziah. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *