oleh

Anak Demam di Tengah Pandemi Covid-19, Jangan Panik. Lakukan Beberapa Cara ini

SULSELONLINE.COM – Demam pada anak-anak di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, bisa membuat orangtua waswas bahkan panik.

Pasalnya, demam disebut-sebut sebagai salah satu gejala seseorang terpapar virus corona.

Anda perlu tahu, demam merupakan reaksi pada tubuh ketika virus, bakteri dan hal asing lainnya masuk ke dalam tubuh.

Reaksi umumnya diketahui melalui perbedaan suhu tubuh dan daya tahan.

Pada anak-anak, biasanya demam, batuk atau pilek membuat orangtua risau.

Namun, umumnya demam pada anak tidak disebabkan oleh hal yang berbahaya. Bahkan demam merupakan pertanda baik bagi orangtua, bahwa ada tanda reaksi pertahanan tubuh pada anak yang terserang penyakit atau tumbuh fisik hingga menimbulkan demam.

Jika demam pada orang dewasa terjadi saat suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius, demam pada bayi dan anak-anak terjadi saat suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius hingga lebih.

Penyababnya adalah perbedaan suhu tubuh dan daya tahan antara orang dewasa dengan bayi atau anak-anak.

Mengutip republika, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adyana, SpA., menyatakan, ketika anak demam maka harus diukur dengan thermometer. Tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orangtua.

Dokter I Gusti Ngurah Twi Adnyana, SpA juga mengingatkan, penyebab demam ini bisa bermacam-macam.

Selain reaksi tubuh dari timbulnya infeksi atau gejala penyakit, demam bisa berarti masa pertumbuhan organ bagi sang anak.

“Intinya adalah jangan khawatir, hadapi demam pada anak dengan penanganan mandiri serta perhatikan gejala awal yang menyertai kehadiran demam pada tubuh anak”, tutur dr. I Gusti Ngurah Twi Adnyana, Sp.A., pada Webinar Kesehatan bertajuk “Mengatasi Demam Pada Anak Di Era Pandemi Covid-19”, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, penanganan mandiri demam pada anak meliputi pemberian air putih atau ASI pada bayi guna menyikapi reaksi suhu tubuh anak yang meninggi.

Mengenakan pakaian longgar agar anak nyaman sekaligus memudahkan reaksi penguapan suhu tubuh, dan pengompresan tubuh dengan air hangat.

“Dan terakhir berikan obat penurun panas sesuai dosis yang berlaku pada tingkatan umur anak,” tambahnya.

Mengenai demam dimasa Pandemi Covid-19 dan khawatir terpapar Corona, maka hal penting yang harus diketahui orangtua adalah melihat efektifitas kerja obat penurun panas yang diberikan kepada anak.

“Jika dalam dua hari selanjutnya pemberian obat penurun panas tidak memberi hasil optimal dan demam anak makin tinggi, maka perhatikan adanya gejala lain pada tubuh anak, segera bawa ke dokter spesialis anak atau ke rumah sakit,” tutupnya. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *