oleh

Hari Ini Tes Swab Makassar di Manggala Besok di Tamalanrea

SULSELONLINE.COM — Hari ini Rabu (16/9/2020) Dinas Kesehatan Pemkot Makassar menggelar pemeriksaan kesehatan atau tes swab di Kecamatan Manggala dan pada hari Kamis (17/9/2020) tes swab digelar Kecamatan Tamalanrea.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes)Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar, Yudhiawan Wibisono perihal banyaknya masyarakat yang menolak dites swab setelah hasil rapidnya terbukti reaktif.

“Sudah koordinasi dengan Kapolrestabes, ‘kalau ada reaktif dari tim penindakan kalau menolak diswab kasi tau saya biar dijemput’, kata Naisyah menirukan perkataan Kapolrestabes, Selasa (15/9/2020).

Selama ini, kata Naisyah, banyak masyarakat pelanggar protokol kesehatan yang enggan melanjutkan pemeriksaan ke tahap swab. Alasannya karena mereka takut.

“Ada beberapa mi yang sudah kita swab, tetapi ada juga yang tidak mau. Mereka menolak,” ujarnya.

Bahkan, dari kasus yang ada, lanjut Naisyah, persentase masyarakat yang melanjutkan ke tes swab tidak sampai setengah dari yang dinyatakan reaktif rapid test. Padahal, mereka bisa saja positif.

“Ada kemarin 32 reaktif, hanya 13 yang lanjut ke swab karena (sisanya) menolak. Banyak menolak,” keluh Naisyah.

“Ini kan penanggung jawab rapid di Diskes ada. Namanya Bu Yanti, begitu tim penindakan turun maka lapor ke bu Yanti. 15 yang dirapid tiga reaktif, nah 3 itu alamatnya di mana, besok harus ditindaki dia melapor, 1 orangji yang mau(swab),” sambungnya.

Padahal jika reaktif, lanjutnya, maka pihak puskesmas siap melakukan tes swab dan melakukan tracking. Penolakan masyarakat juga bisa menghambat proses penelusuran.

“Kalau didapat reaktif maka akan dilanjutkan ke puskesmas untuk diswab, sudah ada beberapa yang masuk. Nah kalau kita dapat reaktif di posko penindakan entah di sini atau kecamatan nanti kita sebar alamatnya di mana, puskesmas mana yang membawahi itu, puskesmas lah itu yang membawa dia swab,” sebutnya.

Namun, Naisyah meyakini, penolakan tes swab tidak akan terjadi setelah pihaknya melakukan dengan Polrestabes Makassar. Apalagi sudah ada komitmen.

“Kalau ada seperti itu (penolakan) nanti saya laporkan lagi, lapor ke Polres,” pungkasnya.

Penjabat Wali Kota Makassar yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar Rudy Djamaluddin menegaskan, tidak menyiapkan opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski Kota Makassar masuk zona merah.

Untuk strateginya, Rudy mengaku akan lebih fokus pada upaya penerapan protokol kesehatan secara maksimal di tengah masyarakat.

Selain itu, Gugus Tugas Propinsi Sulsel bersama Gugus Tugas Kota Makassar mulai hari ini, melakukan uji swab massal secara massif. Secara bertahap di enam kecamatan yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Makassar.

Rudy mengatakan, penerapan protokol kesehatan diharapkan tidak lagi menjadi sebuah paksaan. Namun sudah menjadi kebiasaan baru bagi warga kota.

“Kita tidak lagi memilih opsi PSBB. Karena itu bisa memukul kembali ekonomi masyarakat. Akibatnya bisa lebih parah, kita tidak ingin krisis ekonomi yang bisa berlanjut menjadi krisis sosial,” ungkap Rudy.(alm)

 

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *