oleh

Tunggu Buku Keren dari Peneliti Balai Litbang Agama Makassar

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR — Peneliti Bidang Bimas Layanan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Makassar (BLAM) sedang menyiapkan bahan bacaan bermutu untuk anak sekolah menengah (SMA/SMK/MAN) dengan menggelar kegiatan bertema “Penyusunan Draft Bahan Bacaan Moderasi Beragama,” di Hotel Arya Duta Makassar, Rabu, 23 September 2020.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si, yang selama ini dikenal juga sebagai novelis. Sementara peserta yang diundang, adalah beberapa Guru SMA dan MAN di Makassar, akademisi, dan jurnalis.

Saprillah menyatakan, setelah mengamati dinamika dan perkembangan kelompok keagamaan Islam yang muncul di Indonesia akhir-akhir ini, Kementerian Agama (kemenag) Indonesia akhirnya menyusun buku khusus terkait Moderasi Beragama, yang diterbitkan 2019.

Balai Pertemuan Umat Islam di Minahasa Utara Jadi Masjid Usai Aksi Penyerangan

Mengenal Tiga Datuk Minang Penyebar Islam di Sulawesi Selatan

Usia 15 Tahun Hafal 30 Juz Al Quran. Begini Metodenya..

Beberapa kelompok keagamaan tersebut dianggap sudah meresahkan masyarakat Indonesia, karena di antara mereka itu ada yang dianggap menganut paham radikal. Akibat dari kontestasi kelompok keagamaan tersebut, mereka pun kemudian saling menuding ulama masing-masing.

Misalnya, kelompok satu menuding ulama kelompok sebelah sebagai ulama liberal. Sebaliknya, kelompok yang dituding pun membalas dengan menyebut ulama di kelompok di sebelah sebagai ulama radikal.

Menyikapi paham keagamaan radikal tersebut, kata Saprillah, kemenag memunculkan istilah Moderasi Beragama, yang dalam bahasa Arab dikenal dengan al-wasathiyah, yang memiliki padanan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang).

Menurut Saprillah, pengertian Moderasi Beragama jika dikaitkan dengan konteks beragama mengandung makna cara pandang, sikap, perilaku, dan selalu mengambil posisi di tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.

“Karena bagian dari kemenag, maka kegiatan riset dan pengembangan BLAM sejak 2020 ini juga fokus mengkaji Moderasi Beragama dari berbagai perspektif dan tindakan. Bahkan, BLAM sudah merancang tema-tema riset dan kegiatan pengembangan Moderasi Beragama hingga 2025,” ujar Saprillah.

Untuk penulisan bahan bacaan yang saat ini tengah digodok oleh Peneliti Bimas BLAM, Saprillah menyatakan masih merupakan bagian dari tema Moderasi Beragama. Sebab, isi bahan bacaan ini bersumber dari hasil riset peneliti tentang Best Practice Kerukunan Umat Beragama di Kawasan Timur Indonesia.

“Mengutip novelis kawakan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Jadi, penyusunan draft bahan bacaan ini juga adalah bekerja untuk keabadian. Apalagi, sasarannya anak-anak generasi milenial,” tutur Ketua Lakspedam Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, ini.

Sementara itu, Guru-guru SMA dan MAN yang menjadi peserta, menyambut gembira  penyusunan bahan bacaan bertema Moderasi Beragama ini. Mereka pun berharap, bahan bacaan ini segera terbit menjadi buku dan dibaca siswa untuk menambah wawasan mereka.

“Kecenderungan anak-anak sekarang ini, mereka lebih senang nonton youtube ketimbang membaca. Nah, supaya bahan bacaan ini bisa menarik minat siswa untuk membacanya, maka mulai judul, gaya bahasa, hingga covernya harus dibuat semenarik mungkin,” saran peserta.

Dikutip blamakassar.co.id, setelah kegiatan penyusunan draft, kegiatan berikutnya adalah penyusunan draft final. Rencananya, kegiatan ini mengundang anak-anak SMA/SMK dan MAN di Makassar.  (alm)

Kemenag Akan Bangun 15 Balai Nikah dan Manasik Haji di Sulsel Tahun Ini

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *