oleh

Quraisy Mathar Lantik Pengurus IPI Makassar, Tokoh Literasi Sulsel Beri Motivasi

SULSELONLINE.COM – Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Quraisy Mathar, melantik Pengurus IPI Kota Makassar 2020-2023, Selasa (6/10/2020) di Kampus STMIK AKBA, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Pelantikan Pengurus IPI Makassar antara lain dihadiri pembina IPI Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) yang juga tokoh literasi Sulsel.

Muh Quraisy Mathar selaku Ketua IPI Provinsi Sulsel menegaskan, tahun ini memprioritaskan pembentukan IPI cabang di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Mereka nantinya akan bekerja menghimpun data pustakawan se-Sulsel dan melengkapi seluruh berkas administrasi, sebelum didaftarkan secara kolektif ke kesbangpol provinsi dan kabupaten/kota.

“Selain pendataan anggota, seluruh pengurus cabang di tahun 2020 ini diharapkan secara masif menghimpun seluruh persoalan kepustakawanan yang nantinya akan dirumuskan dalam bentuk usulan regulasi ke dewan dan pemerintah yang muaranya adalah peningkatan kesejahteraan pustakawan di Sulsel,” kata Quraisy.

Sesuai rilis, pustakawan UIN Alauddin Makassar ini menilai, kehadiran BAK selaku salah satu Pembina IPI Provinsi Sulsel di sesi pelantikan pengurus IPI Kota Makassar, seakan menjadi bahan bakar yang semakin melecut dan semangat para pustakawan untuk memperjuangkan hak-haknya.

Pada sesi talkshow “Masa Depan Pustakawan di Kota Makassar,” BAK dalam penyampaian pikiran-pikirannya berharap, pustakawan haruslah menjadi sebuah profesi yang besar dan diperhitungkan di masyarakat.

“Pustakawan yang baik adalah menjadi pelayan pembaca yang peofesional, memahami pokok-pokok tugasnya, dan menjadi pemberi inspirasi bagi masyarakat pemustaka di Kota Makassar.

Menurutnya, hanya dengan sikap dan kompetensi pustakawan yang kuat, mereka bisa dihargai masyarakat.

“Para pustakawan harus kuat membaca dan menulis buku. Sebab, fakta di lapangan masih sangat kurang referensi buku-buku perpustakaan yang ditulis pustakawan,” kata BAK.

“Karena itu, saya menantang pengurus IPI Makassar menulis buku maksimal lima judul buku per tahun,” tegasnya.

Ia juga berharap, kedepan perlunya IPI Sulsel memperjuangkan Perda, Perbup, Perwali yang menegaskan perlunya insentif pustakawan yang dimulai dari Sulsel. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *