oleh

Ketahui Tentang No Bra Day atau Hari Tanpa Bra

SULSELONLINE.COM — Hari ini diperingati sebagai No Bra Day atau Hari Tanpa Bra. Peringatan ini pertama kali dicetuskan 9 tahun lalu, tepatnya 13 Oktober 2011.

Banyak orang percaya bahwa No Bra Day mulai dikenal pada 2011. Gerakan ini dipopulerkan oleh Dr Mitchell Brown yang membuat kampanye Bra (Breast Reconstruction Awareness) Day untuk mendidik pasien tentang perlunya operasi dan rekonstruksi payudara.

Kemudian setiap 13 Oktober, kelompok kesadaran kanker mengajak para perempuan agar tidak memakai bra dan juga meminta mereka untuk memeriksakan diri apabila mereka terkena kanker payudara, seperti dilansir BBC pada Sabtu 13 Oktober 2018.

Kampanye ini dimulai di Toronto, Kanada. Dr Mitchell Brown merupakan seorang ahli bedah plastik. Saat itu kampanye dilakukan dengan media sosial dan tagar #nobraday.

Sebelumnya, Oktober adalah bulan kesadaran kanker payudara di Inggris.

Kampanye ini bertujuan untuk mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan diri dan meningkatkan kesadaran akan gejala kanker payudara.

No Bra Day juga mendorong wanita untuk pergi dan menjalani mammogram, yang dapat mendeteksi kanker payudara hingga dua tahun sebelum benjolan muncul.

Lebih dari 50.000 wanita Inggris didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun dan sebagai hasilnya, seperti dilansir Daily Star pada Jumat 13 Oktober 2017.

No Bra Day merupakan peristiwa kontroversial di mata beberapa orang. No Bra Day lebih jauh bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker payudara selama bulan Oktober.

Setiap 13 Oktober perempuan didorong untuk menggunakan tagar #nobraday di media sosial dan tampil tanpa bra selama 24 jam pada hari itu. Mereka didorong untuk meninggalkan bra mereka di rumah.

Kampanye Dr Mitchell Brown mendorong wanita untuk tidak mengenakan bra dan membagikan foto mereka (dengan hashtag #nobraday) untuk mendukung penyebab kanker payudara kesadaran.

Lebih dari 82.000 wanita telah ikut serta dalam kampanye itu dengan memposting foto di Twitter dan Instagram, seperti dilansir Womens Health Mag pada Jumat 13 Oktober 2017.

#NoBraDay memainkan mitos bahwa mengenakan bra berkontribusi dapat menyebabkan kanker payudara.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers Prevention dengan tegas membantah gagasan itu. Penelitian itu menemukan bahwa kebiasaan memakai bra, seperti underwire atau rata-rata jam dipakai, tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause.

Meskipun bermanfaat dan penting untuk mendukung kanker payudara, melepas bra tidak banyak membantu penyebabnya. Sebaliknya, menyebarkan informasi lebih baik daripada selfie.

Selain itu hal yang bisa dilakukan saat No Bra Day antara lain:

– Membagikan cerita orang yang selamat dari kanker payudara
– Mendukung organisasi seperti National Breast Cancer Foundation dan Breast Cancer Research Foundation
– Menjadwalkan diri mengikuti mammogram
– Mendorong teman dan keluarga melakukan hal yang sama

Kanker payudara terjadi karena adanya pertumbuhan sel kanker di jaringan payudara. Pertumbuhan sel abnormal tersebut menyebabkan adanya benjolan yang disebut sebagai tumor.

Gejala kanker payudara

Fase awal kanker payudara rata-rata asimtomatik atau tanpa ada tanda dan gejala. Tanda dan gejala yang paling umum adalah adanya benjolan atau penebalan pada payudara.

Sedangan tanda dan gejala lanjut kanker payudara, meliputi kulit cekung, retraksi atau deviasi putting susu dan nyeri, nyeri tekan atau rabas khususnya berdarah dari puting.

Kulit tebal dengan pori-pori menonjol sama dengan kulit jeruk dan atau ulserasi pada payudara meupakan tanda lanjut dari penyakit.

Kapan perlu ke dokter?

Dokter Spesialis Bedah RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Yudit Anastasia Sari, M. Biomed, SP.B menyarankan, bagi siapa saja yang mengalami gangguan kesehatan ini akan lebih baik jika tetap memeriksakan diri ke dokter.

Secara garis besar, berikut ini gejala-gejala tumor payudara jinak yang perlu diwaspadai:

– Muncul benjolan atau penebalan pada payudara atau di sekitar payudara, misalnya di ketiak, yang tetap terasa setelah masa haid selesai.

– Benjolan tidak bisa bergeser saat ditekan atau digerakan Muncul area yang jelas terasa atau terlihat berbeda dibanding daerah di sekitarnya, pada salah satu atau kedua bagian payudara.

– Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada putting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik.

– Keluar cairan bening atau darah dari payudara

Cara mengobati tumor payudara jinak

Dijelaskan dr. Yudit Anastasia Sari, M. Biomed, SP.B, pada dasarnya tumor payudara jinak tidak memerlukan perawatan khusus karena dapat mengecil dan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila tumor payudara jinak kian membesar dan menimbulkan nyeri, dapat dilakukan operasi pengangkatan tumor dan pemeriksaan patologi dan anatomi. Demikian dilansir dari kompas.com, Selasa (13/10/2020). (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *