oleh

Indonesia Capai Kesepakatan Pengadaan Vaksin Covid-19 dengan Perusahaan Inggris

SULSELONLINE.COM — Indonesia adakan pertemuan di London dengan AstraZeneca, Imperial College London dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI) untuk membahas soal kerja sama pengadaan vaksin  dan memperkuat pengelolaan Covid-19.

Pertemuan pertama dilakukan dengan CEPI yang melanjutkan pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan antar CEPI denan Bio Farma pada September lalu.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan bahwa CEPI menghargai komitmen Indonesia untuk melakukan kerja sama.

“CEO CEPI menyampaikan bahwa hasil due diligence terhadap Bio Farma menunjukkan hasil yang sangat bai. Oleh karena itu, CEPI siap melakukan kerja sama dengan Bio Farma,” ujarnya melalui kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Hasil baik due diligence merupakan pengakuan terhadap kapasitas dan kualitas yang dimiliki Bio Farma untuk memproduksi vaksin Covid-19.

CEPI juga menyambut dengan baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerja sama strategis jangka panjang, meliputi pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui.

Selain itu, juga melakukan riset dan pengembangan inovasi vaksin berpotensi epidemi/pandemi.

“Sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral untuk menjamin akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau, maka selama pertemuan dengan CEPI, Indonesia telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari CEPI Investors Council,” jelasnya.

Langkah itu, sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap penyediaan akses vaksin bagi semua atau vaccine for all.

“Kita memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kerja platform kerja sama multilateral seperti WHO, GAVI, dan CEPI dalam kerangka COVAX Facilities, terutama terkait akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau,” paparnya.

Selanjutnya, Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Astra Zeneca (AZ) yang kemudian ditindaklanjutkan dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara AZ dan Kementerian Kesehatan (Kemkes).

Sebelum bertemu secara langsung, Indonesia telah melakukan serangkaian pertemuan virtual secara intensif dengan AZ.

“Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca telah berjalan dengan baik. Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk 2021,” tambahnya.

Pihak AZ menyambut baik permintaan Indonesia. Pengiriman pertama diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama 2021 dan akan dilakukan secara bertahap.

Sebagai informasi, vaksin AZ merupakan salah satu kandidat vaksin yang oleh WHO tercatat telah memasuki tahap uji klinis 3.

Vaksin AZ ini menggunakan platform non-replicating viral vector.

Di dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia menegaskan mengenai pentingnya faktor keamanan dan efikasi dari vaksin. Faktor-faktor tersebut akan menjadi bagian penting dari kerja sama vaksin Indonesia dengan AZ termasuk berbagi informasi mengenai hasil uji klinis tahap I dan II.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan LoI terkait dengan rencana pengadaan Vaksin Covid-19 dari Astrazeneca oleh Pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Sekjen Kemkes. Kemudian, delegasi Indonesia bertemu dengan agenda penandatanganan LoI juga antara Imperial College London (ICL), VacEquity Global Health ltd (VGH) dan Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan dengan ICL dan VGH, dibahas berbagai potensi kerja sama strategis kedepan, diantaranya penelitian, pendidikan dan inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin “self-amplifying RNA” (saRNA) .

Selain itu, kerja sama untuk pencegahan dan pengendalian penyakit menular, teknologi kesehatan, serta peningkatan SDM di bidang kesehatan.

“Indonesia dan ICL masih terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap 3 vaksin saRNA di Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengatakan vaksin saRNA ini memiliki arti penting karena memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau “pop up” yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin di mana pun di dunia. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *