oleh

Polisi Ungkap Fakta Penyerangan Satu Keluarga di Barawaja Makassar

SULSELONLINE.COM, MAKASSAR — Insiden penyerangan terhadap satu keluarga di Barawaja Makassar Sulsel menyita perhatian publik.

Pasalnya, korban yang menderita luka terdiri dari satu keluarga. Fakta lainnya, pelaku adalah orang dalam. Sebenarnya apa yang terjadi?

Pelaku menganiaya mertua laki-laki dan perempuannya. Juga melukai istrinya. Seorang polisi yang ingin menangkap pelaku diserang juga. Wajah dan bagian tubuh yang lain kena senjata tajam.

Berikut fakta-fakta kejadian yang menyita perhatian itu:

1. Residivis Kasus Pembunuhan

Sarifuddin Dg Lewa pelaku penganiayaan istri dan mertua di Jalan Barawaja Makassar dengan senjata tajam, diketahui baru saja bebas dari Lembaga Pemasyarakatan atas kasus pembunuhan yang telah dijalani.

Hal itu diungkapkan Kapolsek Panakukkang, Kompol Jamal Fathur Rakhman saat ditemui di lokasi kejadian di Jalan Pampang 2 Makassar, Jumat sore kemarin.

“Jadi untuk pelaku Dg Lewa informasi awal kami dapati, merupakan pelaku pembunuhan juga,” ujarnya, mengutip tribun-timur.com, Sabtu (24/10/2020).

Ia menjelaskan, kasus pembunuhan yang dilakukan Dg Lewa itu berlangsung saat ia tinggal di Kalimantan.

“Jadi sebelumnya ini pelaku Dg Lewa pernah tinggal di Kalimantan melakukan pembunuhan juga,” jelasnya.

2. Pindah di Makassar, Masuk Penjara Lagi

Tidak hanya itu, pindah ke Makassar, kasus yang sama menjerat Dg Lewa. Ia dikabarkan kembali terlibat aksi pembunuhan yang mengharuskannya kembali mendekam di Lembaga Pemasyarakatan.

“Kemudian di Makassar juga pelaku ini baru keluar dari Lapas entah asimilasi atau seperti apa, informasi untuk perkaranya itu sebelumnya melakukan pembunuhan juga. Memang pelaku ini kurang lebih beberapa hari ini baru keluar dari Lapas setelah menjalani perkara pembunuhan tersebut,” bebernya.

Setelah beberapa hari menghitup udara bebas, ia kembali beraksi. Ia mendatangi rumah mertuanya di Jalan Barawaja Makassar dan melakukan penganiayaan dengan senjata tajam secara membabibuta terhadap serta istrinya Selvi (44) serta mertuanya Alimuddin Syam (68) dan Siti Salma (69).

3. Hadiah Timah Panas Karena Melawan

Pelaku pemarangan satu keluarga di Jalan Barawaja Kelurahan Karawisi Utara Kecamatan Panakukkang Kota Makassar, ditembak polisi, Jumat 23 Oktober 2020 siang.

Pelaku Sarifuddin Dg Lewa ditembak polisi saat bersembunyi Jalan Pampang 2 Lorong 4 Makassar. Ia ditembak karena menyerang personel Polsek Panakukkang, Bripka Sulqadri.

Akibatnya, Bripka Sulqadri mengalami luka tebasan di kepala dan kaki. Ia dilarikan ke RS Ibnu Sina Makassar untuk dirawat.

“Dilakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku ini. Untuk sementara korban penganiayaan ini telah dirawat, begitu pula anggota kami sedang dirawat guna mendapatkan perawatan medis di RS Ibnu Sina,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathurrahman.

Untuk pelaku, pihaknya telah membawa ke RS Bhayangkara Makassar.

4. Penyebab Pelaku Mengamuk

Ada 3 orang korban penganiayaan di Jalan Barawaja Makassar, yakni istri pelaku, Selfi, dan kedua mertuanya. Selain itu, pihak dari kepolisian juga menjadi korban pada saat pelaku melakukan perlawanan.

“Korban dari Barawaja 3 orang, yang merupakan istri dan mertuanya dan di TKP penangkapan ada satu orang petugas jadi korban. Dia Anggota Resmob Panakkukang,” ujarnya.

Terkait motif pelaku tersebut petugas kepolisian masih mendalaminya

“Motifnya masih didalami karena tadi anggota langsung melakukan pencarian karena masyarakat sekitar sangat resah. Pelaku lari dan sempat juga mengancam warga karena lari membawa parangnya sehingga anggota langsung saya perintahkan untuk mencari langsung pelaku ini,” bebernya.

Informasinya, pelaku mengamuk karena hal sepele. Dia mengamuk di rumah mertuanya karena ditutupkan pintu oleh mertuanya saat datang untuk menemui istrinya. (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *