oleh

Aliansi Dokter Dunia Anggap Covid-19 Hanya Flu Biasa

SULSELONLINE.COM – Beredar sebuah video yang membuat heboh media sosial.

Dalam video yang diterjemahkan dalam bahas Indonesia tersebut terlihat sekelompok orang mengatasnamakan Aliansi Dokter Dunia menyebut Covid-19 tak lebih dari flu biasa dan tidak berbahaya.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dengan tegas membantah klaim tersebut.

Disebutnya, apa yang disampaikan dalam video viral tersebut adalah misinformasi dan ditegaskan bahwa Covid-19 sama sekali berbeda dengan influenza.

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Masih Tinggi Meski Pandemi Covid-19

Jadi sebenarnya, siapa yang diwakili oleh Aliansi Dokter Dunia?

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD(K) mengakui memang ada sebagian kecil dokter yang meragukan Covid -19.

Namun pada umumnya, tidak didasari data ilmiah yang jelas.

“Bahwa total yang meninggal saja sudah sejuta lebih. Indonesia juga kita sudah melihat langsung dokter-dokter yang meninggal dan meninggalnya sudah makin banyak. Pada prinsipnya kami dokter itu kalau ngomong harus berbasis bukti ilmiah dan itu tidak didukung oleh bukti ilmiah,” ,” ujarnya, mengutip detikcom, Selasa (27/10/2020).

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH lebih tegas menyebut Aliansi Dokter Dunia sebagai organisasi ‘jadi-jadian’.

Sebagai senior yang malang melintang di berbagai organisasi kedokteran, ia tidak pernah mengenal organisasi tersebut.

“Kan ada ikatan dokter, misalnya di bidang penyakit dalam ada International Society of Internal Medicine, Indonesia juga masuk ke dalam situ. Kemudian World Medical Association. Jadi itu nggak ada kita kenal di dalam organisasi, baik itu dokter dunia maupun dokter penyakit dalam dunia,” jelasnya.

Namun yang pasti, ditegaskan bahwa klaim yang disampaikan Aliansi Dokter Dunia dalam video yang viral tidak sesuai dengan fakta. (alm)

Pj Wali Kota Makassar Bentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *