oleh

Pilkada Maros: Dihujani Kampanye Hitam, Hatikita Keren Malah Banjir Dukungan

SULSELONLINE.COM, MAROS — Usai dihujani dengan kampanye hitam (black campaign), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Maros nomor urut 2, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari terus mendapatkan simpati dan dukungan dari sejumlah kalangan.

Kali ini, dukungan datang dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Maros.

Ratusan pekerja dari berbagai perusahaan di Maros menyatakan komitmennya untuk memenangkan pasangan Hatikita Keren di Pilkada Maros 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KSPSI Maros, Muh Ridwan mengatakan, dari tiga paslon di Pilkada Maros, hanya Chaidir Syam yang berani menandatangani kontrak politik dengan kaum buruh atau serikat pekerja.

“Alasan kami jelas, selain karena beliau bersedia menandatangani kontrak politik dengan kami, beliau ini punya rekam sejarah yang cukup panjang dengan KSPSI Maros dalam berjuang,” ungkapnya, dikutip Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan, ada beberapa poin kotrak politik yang telah ditandatangani oleh Chaidir SYam, dari Perda Ketenagakerjaan, pengaktifan LKS Tripartit dan dewan pengupahan, hingga pemberian jaminan sosial bagi pekerja non ASN dan pegawai syara.

“Selain itu, kami sepakat pemerintah daerah nantinya mewajibkan perusahaan di Maros memprioritaskan pekerjanya dari Maros minimal 75 persen. Termasuk juga penyeragaman SK bagi honorer,” lanjutnya.

Usai penandatanganan, Ridwan secara tegas menginstruksikan ke seluruh pengurus KSPSI Maros, baik di tingkat konfederasi, federasi sampai di tingkat perusahaan agar memenangkan pasangan Hati Kita Keren di Pilkada Maros ini.

Sementara itu, Calon Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, mensejahterahkan buruh atau pekerja sama halnya dengan mensejahterhakan masyarakat Maros.

Pasalnya, sekitar 80 persen warga Maros adalah kaum pekerja baik sektor formal maupun informal.

“Pekerja adalah urat nadi perekonomian, jadi tidak ada alasan bagi kami, Hati Kita Keren menolak memperjuangkan hak mereka. Apa lagi Maros sudah masuk dalam desain kawasan industri. Selain peluang kerja, perlindungan bagi mereka harus ditegakkan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam 12 program Maros Keren, yang paling pertama memang menyangkut persoalan tenaga kerja, yakni menyiapkan kemudahan akses 20 ribu peluang kerja dan bisnis baru, di dalamnya terdapat pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Jadi selain memberikan perlindungan, angkatan kerja kita juga harus di-upgrade dengan kemapuan khusus agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar. Kalau perlu Maros nantinya yang mengimpor tenaga kerja andalnya ke wilayah lain sampai luar negeri,” paparnya.

Usai hadir dalam deklarasi dukungan KSPSI Maros, Chaidir Syam kembali mengikuti deklarasi dukungan dari komunitas pemuda milenial, Komunitas Pemuda Keren (KPK). (*)

Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *