oleh

Jubir JK Husain Abdullah Minta Ferdinand Hutahaean Jantan Ungkap ‘Chaplin’

SULSELONLINE.COM — Politisi Ferdinand Hutahaean mengatakan ‘Chaplin’ yang disebut dalam cuitannya masih menjadi tokoh analisis.

Juru bicara Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla, Husain Abdullah, meminta Ferdinand Hutahaean jantan dan mengungkapkan ‘Chaplin’ dalam kicuannya di Twitter itu.

“Ferdinand Hutahaean ini lucu, dia yang melempar tuduhan tapi bingung sendiri mencari siapa yang dia tuduh. Kalau jantan jangan ngeles, apalagi menghapus kicauan di akun Twitter? Demikian dengan Rudi S Kamri, kenapa pada ramai-ramai hapus postingannya?” kata Husain dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/12/2020).

Husain Abdullah mengaku bingung dengan sikap Ferdinand Hutahaean tersebut. Dia menilai Ferdinand Hutahaean awalnya sangat yakin bahwa tuduhan itu dialamatkan kepada JK.

“Saya jadi bertanya-tanya, awalnya mereka sangat meyakinkan menuduh Pak JK memulangkan HRS dari Saudi bahkan membiayai dengan membawa uang sekoper ke Saudi,” katanya.

Husain Abdullah kemudian menyinggung cuitan Twitter Ferdinand dan status akun FB Rudi S Kamri soal ‘Chaplin’ yang tidak membantah bahwa ‘Chaplin’ yang disebut itu adalah JK.

Bahkan, menurutnya, Rudi S Kamri menyebut organisasi yang dipimpin JK.

“Dan semua balasan di akun Twitter Ferdinand dan akun FB Rudi S Kamri meyakini itu yang dimaksud adalah Jusuf Kalla, tidak dibantah oleh baik Ferdinand maupun si Rudi, bahwa itu bukan Pak JK yang dia maksud. Bahkan Rudi S Kamri terang terangan menyebutkan dua lembaga sosial yang dipimpin Pak JK. PMI dan DMI di dalam tulisannya; di mana Kamri meminta agar kekuatan Pak JK dilumpuhkan dari kedua organisasi tersebut,” paparnya.

Husain Abdullah kemudian menantang agar Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri untuk bertanggung jawab. Dia meminta Ferdinand Hutahaean tak bersembunyi seperti anak jalanan tawuran.

“Saya ajak keduanya berani bertanggung jawab, jangan beraninya melempar lalu sembunyi seperti gaya tawuran anak jalanan. Kalau jagoan, jangan dihapus posting-annya tampilkan,” tambahnya.

Husain Abdullah mengatakan pihaknya telah mengambil langkah hukum. Dia menilai keputusan putri JK, Musjwira JK, yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri merupakan jalur terhormat.

“Ira JK sudah melapor ke Mabes Polri, menempuh jalur hukum, sebuah jalur terhormat, untuk menjaga kehormatan orang tuanya. Harusnya kedua lelaki terlapor itu berani secara terbuka melayani laporan Ibu Ira. Jangan belum dipanggil polisi sudah sibuk ngeles dan menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Ferdinand Hutahaean diketahui menulis tokoh ‘Chaplin’ dan uang sekoper di akun Twitter. Berikut ini isi cuitannya:

Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal. Tampaknya Presiden akan sgt disibukkan olh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan.

Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa ‘Chaplin’ yang dimaksud bukanlah JK. Dia menyebut ‘Chaplin’ masih menjadi tokoh analisis.

“Wah, Caplin itu yang jelas bukan Pak JK. Sudah saya konfirmasi berkali-kali di media, baik TV maupun radio, bahkan dengan Husain Abdullah jubir Pak JK berkali-kali nanya kepada saya apakah itu Pak JK? Saya jawab tidak. Jadi cuitan saya tidak ada hubungannya dengan Pak JK sama sekali seperti yang saya sampaikan berkali-kali. Saya kan sudah bilang, seseorang yang saya belum tahu siapa, tapi analisa saya menyatakan bahwa seseorang ini punya logistik besar dan sedang menyiapkan sesuatu untuk Pilpres 2024. Jadi apa yang mau saya bocorkan? Namanya saja seseorang yang saya belum tahu tapi dugaan saya, analisa saya punya logistik besar. Ini terlihat dari banyaknya gerakan-gerakan yang sudah menjurus Pilpres 2024,” kata Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, pada Rabu 2 Desember 2020

Ira JK kemudian mempolisikan Ferdinand Hutahaean atas cuitannya itu. Laporan polisi tersebut dicatat Bareskrim pada 2 Desember 2020

“Terkait tentang tweet akun atas nama Ferdinand sama Rudi S Kamri tentang Pak JK ‘ah Chaplin yang bawa uang sekoper ke Arab Saudi itu’,” kata anggota tim kuasa hukum Musjwira, Muhammad Ikhsan, saat dihubungi detikcom, Rabu 2 Desember 2020. (*)

DPRD Kota Makassarl       Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *