oleh

Lucky Hakim Putuskan Mundur dari Dunia Hiburan

SULSELONLINE.COM — Lucky Hakim terpilih menjadi Wakil Bupati Indramayu pada Pilkada serentak 2020.

Dengan terpilihnya sebagai sosok penting daerah, Lucky Hakim dikabarkan memutuskan untuk hengkang dari dunia entertainment.

Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim dari video yang diunggah akun YouTube Starpro Indonesia pada 6 Januari 2020.

“Betul, sebelumnya Alhamdulillah saya sudah terpilih sebagai Wakil Bupati Indramayu. Terus nanti setelah pelantikan saya mulai aktif bekerja di Indramayu, otomatis saya tinggal disana berpindah di sana. Sebenarnya saya pengen ngundang temen-temen media untuk kita makan bersama sambil berpamitan dari dunia entertainment secara official,” ujarnya, dikutip Sabtu (9/1/2021).

Namun, Lucky Hakim juga menyebut jika dirinya berpamitan bukan berarti secara total dia berhenti dari dunia entertainment.

“Jadi saya gak lagi bekerja sebagai seniman secara profesional, tapi bukan berarti saya gak boleh melakukan kegiatan seni,” katanya.

Ia menyebut misalnya jika ia melakukan drama atau hal sejenis lainnya anggap saja hobi.

“Tapi secara official saya tidak berprofesi tidak digaji dan berkontrak sebagai pemain sinetron,” ucapnya.

Selain itu, ia menyebut jika pelantikannya sebagai Wakil Bupati Indramayu akan dilaksanakan di akhir Febuari 201.

Lucky Hakim mengatakan jika dirinya sudah berkecimpung di dunia politik sekita sepuluh tahun Anggota DPR.

Di masa menjadi Anggota DPR RI, ia masih bisa bermain sinetron lantaran waktu dan tempat masih mendukung, tapi untuk saat ini karena terpilih sebagai Wakil Bupati ia mengatakan akan sulit untuk membagi waktu.

“Kemarin kan saya menjadi anggota DPR kan memang tinggalnya di Jakarta, dan itu biasa suka main sinetron kadang-kadang, tapi kalau di Indramayu ya gak mungkin saya dateng syuting, jadi memang harus bertanggung jawab atas pilihan kita, Ini kan amanat yang harus diemban dengan penuh tanggungjawab, menurut saya gak bisa disambil,” ujarnya.

Namun, Lucky Hakim juga mengatakan jika dirinya mundur dari dunia entertainmnet bukan berarti haram untuk kembali.

“Tapi seandainya nanti ada penampakan saya dalam persinetronan, itu bisa jadi dilakukan di hari Minggu, itu pun gak terlalu lama, jadi bukan berarti stop mengharamkan masuk televisi sebagai pemain ya enggak,” tambahnya.

Lucky Hakim juga disinggung mengenai dirinya yang lebih memilih politik dibandingkan dengan dunia entertainment yang membuat namanya dikenal hingga pelosok Indonesia.

“Saya tidak mengingkari betapa besarnya jasa-jasa dan doa para fans, dan pendukung, pemilik production dan house crew dan lain-lainya, itu sangat berjasa dalam hidup saya. Mungkin saya sudah di titik ingin mengembangkan diri, dalam artian ketika menjadi pemain sinetron kita bisa menghibur banyak orang, tapi batasan saya cuman hanya bisa menghibur, saya ingin berbuat lebih dalam konteks yang sebenar-benarnya,” tuturnya.

Lucky Hakim juga menuturkan jika dirinya ingin membantu banyak orang dengan kewenangan yang ia punya saat menjabat nanti.

“Ketika ada orang yang tidak punya rumah layak kita bisa benahi, kalau pakai honor sinetron saya paling bisa cuma benahi satu dua rumah. Ada anak yang tidak bisa sekolah mungkin saya bisa sebagai orangtua asuh, mungkin sepuluh sampai seratus anak, tapi kalau kita bicara 1.000 anak 10.000 anak, 1.000 rumah itu gak akan mampu uang pribadi saya. Tapi kita menjadi pejabat publik khususnya disini kepala daerah dengan wewenang yang kita miliki kita bisa berbuat bisa membangun banyak,” sambungnya.

Selain itu, Lucky Hakim mengharapkan jika niat baiknya tersebut bisa menjadi amal baik bagi dirinya.

Untuk diketahui, Lucky Hakim maju jadi calon Wakil Bupati di Pilkada Indramayu 2020 berpasangan dengan calon Bupati, Nina Agustina, putri mantan kapolri Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar.

Lucky Hakim dan Nina Agustina Da’i Bachtiar pasangan calon (paslon) nomor urut 4 yang diusung empat parpol, yakni, Partai Perindo, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Nasdem.

Lucky Hakim dan Nina Agustina Da’i Bachtiar melawan tiga paslon, yakni, paslon nomor urut 1 Muhamad Sholihin-Ratnawati, yang diusung PKB, PKS, Partai Demokrat dan Partai Hanura. Kemudian, paslon nomor urut 2 Toto Sucartono-Deis Handika dari jalur perseorangan dan paslon nomor urut 3 Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat yang diusung Partai Golkar. (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *