oleh

Penderita Penyakit Komorbid Tidak Bisa Divaksin Covid-19

SULSELONLINE.COM — Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) telah memberikan rekomendasi daftar pemberian vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac terhadap orang dengan komorbid atau penyakit penyerta.

Rekomendasi itu berisi daftar penderita penyakit komorbid yang tidak bisa atau belum layak mendapatkan vaksin Covid-19.

Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan data publikasi fase I/II mengenai Sinovac, data uji fase III di Bandung, dan data uji vaksin inactivated lainnya.

Rekomendasi ini diberikan kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dengan tembusan ke Kementerian Kesehatan.

“Pada individu yang akan divaksin, jika terdapat lebih dari 1 komorbid/penyakit penyerta sesuai keterangan dan ada yang belum layak divaksin, maka dipilih yang belum layak,” demikian pernyataan resmi dari PB PAPDI sesuai dengan keterangan yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (13/1/2021).

Berikut daftar penderita penyakit komorbid yang tak bisa atau belum layak divaksin Covid-19.

1. Penyakit autoimun sistemik (SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)

Pasien autoimun tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

2. Sindrom Hiper IgE

Pasien Hiper IgE tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

3. Pasien dengan infeksi akut

Pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang ditandai dengan demam menjadi kontraindikasi vaksinasi.

4. PGK (penyakit ginjal kronis) non dialisis, PGK dialisis, trasnplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid

Saat ini, pemberian vaksin belum direkomendasikan pada pasien PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi, dan sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid.

Hal ini disebabkan karena belum ada uji klinis mengenai efikasi dan keamanan vaksin tersebut terhadap populasi ini.

5. Hipertensi

Beberapa uji klinis dari sejumlah vaksin Covid-19 telah meneliti pasien dengan hipertensi.

Namun, populasi ini belum direkomendasikan mendapat vaksin Covid-19 karena belum ada rekomendasi dari tim uji klinis vaksin yang dilakukan di Indonesia.

6. Gagal jantung

Belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid-19 pada kondisi tersebut.

7. Penyakit jantung koroner

Belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid-19 pada kondisi tersebut.

8. Reumatik autoimun (autoimun sistemik)

Sampai saat ini belum ada data untuk penggunaan vaksin Covid-19 pada pasien reumatik-autoimun. Berdasarkan data vaksin-vaksin yang sebelumnya, untuk jenis vaksin selain live attenuated vaccine, tidak ada kontraindikasi pemberian pada pasien reumatik autoimun.

Pemberian vaksin Covid untuk pasien reumatik autoimun harus mempertimbangan risiko dan keuntungan kasus per kasus secara individual, dan membutuhkan informed decision dari pasien.

Pada pasien reumatik-nonautoimun, rekomendasi vaksinasi sesuai dengan populasi umum. Rekomendasi ini bersifat sementara, dan dapat berubah jika didapatkan bukti baru tentang keamanan dan efektifitas vaksin.

9. Penyakit-penyakit gastrointestinal

Penyakit-penyakit gastrointestinal yang menggunakan obat-obat imunosupresan, pada dasarnya tidak masalah diberikan vaksinasi Covid-19. Namun, respon imun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

10. Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun

Pasien autoimun tidak dianjurkan diberikan vaksin Covid-19 sampai ada hasil penelitian yang lebih jelas dan telah dipublikasi.

11. Kanker

Pasien kanker, kelainan hematologi seperti gangguan koagulasi, pasien imunokompromais, pasien dalam terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, dan penerima produk darah belum layak mendapatkan vaksin Covid-19.

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Dengan tidak adanya data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

12. Pasien hematologi onkologi

Pasien hemtologi onkologi yang mendapatkan terapi aktif jangka panjang seperti leukemia granulostik kronis, leukemia limfositik kronis, myeloma multipel, anemia hemolitik autoimun, dan lain-lain belum layak mendapatkan vaksin Covid-19.

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Dengan tidak adanya data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini. (*)

 

DPRD Kota Makassarl       Bapenda Sulsel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *