oleh

Jusuf Kalla Kerahkan Relawan PMI Bantu Penanganan Darurat Gempa Sulbar

SULSELONLINE.COM – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), M Jusuf Kalla bergegas mengerahkan relawan PMI guna melakukan penanganan darurat serta evakuasi korban gempa di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat.

Gempa dengan magnitudo 6,2 SR menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Gempabumi terjadi pada pukul 02.28 Wita Jumat 15 Januari 2021

Pusat gempa berada di darat 6 kilometer Timur Laut Mejene dengan kedalaman 10 kilometer.

Tercatat sudah 8 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka akibat gempa di Sulbar, hingga pukul 11.10 WIB, hari ini.

“PMI beserta relawannya akan mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membantu melakukan penanganan darurat serta pencarian dan evakuasi korban,” ungkap JK, demikian ia biasa disapa,  dikutip dari unggahannya di Instagram, Jumat (15/1/2021).

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam tersebut.

“Duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat. Kedepankan semangat kemanusiaan membantu korban gempa dan banjir. Tetap jaga protokol kesehatan,” pesan JK.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 16.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian, yakni di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang dan Desa Limbua.

Gempa di Kabupaten Mamuju mengakibatkan Hotel Maleo, Kantor Gubernur Sulbar, rumah warga (pendataan), RSUD Mamuju, dan satu unit minimarket rusak berat.

Kemudian, jaringan listrik padam, dan komunikasi selular dikabarkan terputus atau tidak stabil.

Terjadi juga longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju dengan dampak akses jalan terputus.

Tercatat 300 unit rumah rusak, satu unit puskesmas rusak berat serta kantor Danramil Malunda rusak berat.

Saat ini, pendataan dan pendirian tempat pengungsian sedang dilakukan. BPBD setempat berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait.

Adapun kebutuhan mendesak antara lain, sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat atau excavator, alat komunikasi, makanan pokok, makanan siap saji, masker, obat-obatan dan vitamin. (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *