oleh

Kemensos Kirim Bantuan Rp 1,7 Miliar untuk Korban Gempa Sulbar

SULSELONLINE.COM —  Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,7 milyar bagi korban gempa di Sulawesi Barat.

Bantuan dikirim dengan pesawat herkules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, pada Jumat kemarin.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, M Safii Nasution mengawal bantuan dengan ikut naik pesawat Herkules, setelah sebelumnya Mensos, Tri Rismaharini bersama Kepala BNPB, Doni Monardo juga bertolak ke Sulbar.

M Safii Nasution menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp 979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp 621.911.700 dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar Rp 120 juta untuk masing-masing ahli waris senilai Rp 15  juta.

Selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberikan santunan dengan nilai yang sama.

“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna dan keperluan lainnya,” ujarnya, melalui rilis pers Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Sabtu (16/1/2021).

Rincian bantuan yang diserahkan Kemensos, antara lain makanan siap saji 2500 paket, makanan anak 1200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1000 lembar, selimut 700 lembar, peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, Kids ware 500 paket, Ford ware 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan Tagana 20 paket.

Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personil dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personil untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak gempa tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” ucapnya.

BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 8 warga meninggal dunia dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka.

BPBD terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa yang terjadi pada pukul 01.28 WIB atau 02.28 WITA, Jumat 15 Januari 2021.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat, di Kabupaten Majene sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi.

Kerusakan bangunan di mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu.

Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan. (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *