oleh

Pemprov Sulsel Siapkan Rumah Sakit Penyangga untuk Korban Gempa Sulbar

SULSELONLINE.COM – Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, menyediakan rumah sakit penyangga di Makassar bagi korban gempa bumi Majene dan Mamuju, Sulbar.

“Jadi semua yang terkena gempa yang ada masalah kesehatan dan sebagainya yang serius, kita evakuasi ke Makassar. Kita akan menjadi penyangga untuk perawatan kesehatan semuanya,” ungkapnya di Majene, dikutip Sabtu 16 Januari 2021.

Ia mengaku, setelah mendapatkan informasi kondisi gempa bumi di Sulbar, langsung berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder yang ada.

“Saya langsung koordinasi ke semua, telpon Pangdam dan Lantamal, Kapolda, PLN, Telkomsel, saya telpon semua, pokoknya segera ambil langkah-langkah di Sulbar,” jelasnya.

Ia juga sudah mempersiapkan semua kebutuhan yang dibutuhkan untuk korban gempa. Termasuk menyediakan fasilitas rumah sakit penyangga bagi para korban luka-luka.

“Tadi juga saya minta kapal dari Danlantamal karena akses kan putus jadi logistik semua di sini saya kirim lewat laut. Pokoknya saya mendengar dari Pak Gubernur Sulbar apa yang harus kita support supaya ada rasa aman bagi masyarakat kita,” paparnya.

BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak gempa yang terjadi pada pukul 01.28 WIB atau 02.28 WITA, Jumat 15 Januari 2021.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat, di Kabupaten Majene sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi.

Kerusakan bangunan di mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu.

Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan. (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *