oleh

Musibah dan Bencana di Indonesia pada Awal Januari 2021

SULSELONLINE.COM – Tahun 2021 baru berjalan 17 hari, tapi rentenan musibah dan bencana telah terjadi di Indonesia.

Musibah dan bencana tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa.

Di antaranya tanah longsor di Sumedang, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh, banjir di Kalimantan Selatan, gempabumi di Sulawesi Barat, banjir dan tanah longsor di Manado, Gunung Merapi erupsi dan Gunung Semeru meletus.

Musibah dan bencana ini terjadi di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Indonesia masih dibayang-bayangi dengan kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. Bahkan jumlah penambahannya kian mengkhawatirkan.

Kasus positif Covid-19 bertambah 12.818 orang, pada Jumat 15 Januari 2021.

Ini menjadi rekor baru pertambahan kasus harian Covid-19. Padahal baru sehari sebelumnya rekor tercipta dengan penambahan 11.557 orang.

Inilah sejumlah musibah dan bencana yang terjadi pada awal bulan Januari 2021:

1. Longsor di Sumedang

Bencana longsor terjadi di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Sabtu 9 Januari 2021.

Korban yang ditemukan tewas terus bertambah dan kini menjadi 25 orang, hingga Sabtu 16 Januari 2021.

Sementara itu, pencarian masih dilakukan terhadap 15 korban yang belum ditemukan.

Dalam peristiwa ini, sebanyak tiga orang mengalami luka berat dan 22 orang luka ringan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebut, bencana longsor yang terjadi di Sumedang di luar perkiraan pemerintah.

Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan lahan baru untuk relokasi warga dan pembangunan rumah menjadi tanggung jawan Kementerian PUPR.

“Saya sudah dapat laporan, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan, tinggal nanti pembangunannya menjadi tanggung jawab PUPR,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Lokasi longsor di Sumedang terjadi di Perumahan Pondok Daud dan berada di lereng Bukit Geulis yang curam.

Izin pembangunan perumahan tersebut dikeluarkan pada pada 2017.

Dosen Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Dicky Muslim mengatakan, wilayah longsor tersebut memiliki kontur lahan yang curam.

Hal ini berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Pusat Riset Kebencanaan Unpad, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, serta sejumlah alumni FTG Unpad.

“Tadinya wilayah ini bekas tambang batu dan tanah urugan, lalu kemudian diratakan dan dijadikan perumahan,” katanya kepada media, Selasa 12 Januari 2021.

Ia meminta warga maupun pemerintah daerah waspada terhadap kemungkinan bencana susulan yang akan terjadi di kawasan tersebut.

2. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh

Pada hari yang sama dengan kejadian longsor di Sumedang, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021.

Sebelumnya, pesawat rute Jakarta-Pontianak itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang pada pukul 14.36 WIB dan hilang kontak, empat menit kemudian.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri atas 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

3. Banjir di Kalimantan Selatan

Bencana banjir melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan akibat tingginya intensitas hujan tinggi yang mengguyur daerah itu.

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor pun menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat terkait bencana tersebut.

“Sehubungan hal tersebut, saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel dengan ini menyatakan, kejadian yang dimaksud bencana alam menerapkan status siaga. Untuk darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang menjadi status tanggap darurat,” ujarnya, Jumat 15 Januari 2021, dikutip dari Kompas.com.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kalsel, Mujiyat mengatakan, ada beberapa kabupaten yang lebih dulu menetapkan status siaga bencana dan status tanggap darurat, yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Tidak menutup kemungkinan, akan ada wilayah lain yang menaikkan statusnya karena banjir di Kalsel makin meluas.

“Ada empat daerah yang terparah di landa banjir, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Balangan dan Banjarbaru,” sebutnya.

Di Kabupaten Balangan, misalnya sebanyak 3.571 unit rumah terendam banjir berdasarkan data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan hingga pukul 02.00 WIB 16 Januari 2021.

Sementara di Kabupaten Tanah Laut, sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir akibat air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap.

4. Gempa Bumi di Sulawesi Barat

Berdekatan dengan banjir di Kalsel, wilayah Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat juga diguncang gempabumi pada Kamis 14 Januari 2021  dan Jumat 15 Januari 2021 .

Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,9 terjadi pada Kamis pukul 14.35 WITA dan gempa susulan magnitudo 6,2 terjadi pada Jumat pukul 02.28 WITA.

Gempa dengan kedalaman 10 Km ini juga memicu kerusakan, korban jiwa, dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat.

Sebanyak delapan orang meninggal dunia di Kabupaten Majene dan sekira 637 orang luka-luka serta sekira 15.000 orang mengungsi, berdasarkan informasi yang diunggah Instagram BNPB per Jumat 15 Januari 2021.

Ada 10 titik pengungsian di Majene, yaitu Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana.

Sementara di Kabupaten Mamuju, gempa bumi menyebabkan 34 orang meninggal dunia, 188 orang luka berat dan rawat inap serta ada lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

5. Banjir dan Tanah Longsor di Manado

Bencana banjir dan tanah longsor, yang melanda ibu kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Bencana ini memakan korban jiwa.

“Total ada enam orang keseluruhan yang meninggal sesuai titik-titik lokasi longsor kemarin,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri Noster Norbertus Sinaga , Minggu 17 Januari 2021.

Hujan deras disertai angin kencang melanda Manado dalam beberapa hari belakangan. Pohon-pohon pun tumbang diterpa hujan disertai angin kencang tersebut.

Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di Manado pada Sabtu 16 Januari 2021. Tanah longsor terjadi di Kelurahan Paal IV Perkamil, Malalayang, Ranotana Weru, dan Kelurahan Kombos Timur.

6. Gunung Merapi Erupsi

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih mengalami erupsi.

Dalam enam jam terakhir, Gunung Merapi memuntahkan 36 kali guguran lava pijar.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menuturkan jarak luncur lava pijar tersebut yaitu maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

“Laporan pengamatan guguran dan awan panas guguran Gunung #Merapi tanggal 17 Januari 2021 pukul 00.00-06.00 WIB. Teramati 36 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya,” tulis BPPTKG melalui akun Twitter @BPPTKG, dikutip Minggu 17 Januari 2021.

Gunung yang masih aktif tersebut telah memasuki fase erupsi sejak 31 Desember 2020 lalu.

7. Gunung Semeru Meletus

Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus pukul 17.24 WIB, Sabtu sore 16 Januari 2021.

Dalam letusan itu terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Dusun Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi.

“Sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin,” ujarnya, mengutip Kompas.com, Minggu 17 Januari 2021.

Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko. Asap berwarna kelabu pekat itu meluncur dalam volume yang besar.

Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

Mengenai status Gunung Semeru saat ini masih berada pada level II atau ‘Waspada’ dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut. (*)

Pemkab Maros     Bapenda Sulsel     DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *