oleh

Helikopter Jatuh, Kolonel Angkatan Udara dan 6 Penumpang Tewas

SULSELONLINE.COM —  Sebuah helikopter jatuh, menewaskan 7 orang, dua di antaranya pilot dan 5 penumpang, termasuk seorang Kolonel Angkatan Udara.

Helikopter jatuh tersebut berjenis UH-1H biasa dikenal dengan julukan Huey.

Hasil penyelidikan pertama menunjukkan, helikopter ini mengalami gangguan teknis pada mesin enjin.

Helikopter milik Angkatan Udara Filipina itu jatuh di tanah garapan di Propinsi Bukidnon, Filipina Selatan, dikutip dari CRI online.

Menurut pihak militer Filipina, helikopter dari era Perang Vietnam yang telah diperbarui itu biasa dikenal dengan julukan Huey itu terbang pada Sabtu 16 Januari 2021.

Heli Huey lainnya juga diterbangkan guna mengirimkan logistik ke pangkalan terpencil di Pantaron, sebuah wilayah pegunungan di Provinsi Bukidnon.

“Helikopter lain memberi tahu lewat radio bahwa mereka melihat asap. Selanjutnya, heli itu menabrak lapangan terbuka. Tidak ada korban yang selamat ditemukan saat tim penyelamat mencapai daerah itu,” kata Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat Filipina, Mayor Jenderal Andres Centeno, dikutip dari The New York Times, pada Rabu
(20/1/2021).

Penumpang dengan pangkat tertinggi di antara mereka adalah seorang Kolonel Angkatan Udara.

Sementara, enam penumpang lainnya terdiri atas tiga penerbang dan tiga orang yang bertugas di ketentaraan.

Pangkalan operasi di Filipina Selatan didirikan sebagai bagian dari upaya Manila memberantas Tentara Rakyat Baru atau NPA, kelompok bersenjata bagian dari Partai Komunis Filipina.

Kelompok pemberontak telah terlibat konflik intensitas rendah dengan Pemerintah Filipina sejak 1969.

Pasukan pemberontak itu diperkirakan berjumlah sekitar 5.000 orang, turun dari jumlah tertingginya sebanyak 20.000 yang tersebar di seluruh Filipina pada awal 1980-an.

NPA menyatakan rencananya membentuk “tim partisan” untuk melakukan pembunuhan terarah di kota-kota.

“Tim partisan” itu mengacu pada regu khusus Partai Komunis Filipina yang pernah menebar teror pada era 1980-an, selama rezim korup diktator Ferdinand Marcos berkuasa.

Korban paling terkenal dari regu pembunuh itu adalah Kolonel James Rowe, seorang penasihat militer AS yang tewas dalam penyergapan oleh NPA di utara Manila pada 1989.

Kecelakaan heli pada Sabtu itu terjadi sehari setelah Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Gilbert Gapay, memerintahkan para komandan untuk meningkatkan upaya membongkar gerakan gerilya NPA demi mengakhiri pemberontakan mereka tahun ini juga.

“Semua front gerilya komunis yang tersisa akan ditangani secara bersamaan dan dikalahkan menjelang akhir 2021,” ujarnya, dilansir media setempat pada Jumat 15 Januari 2021. (*)

Pemkab Maros     Bapenda Sulsel     DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *