oleh

Dana Kelurahan Tidak Lagi Dialokasikan dalam APBN 2021

SULSELONLINE.COM —  Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pemerintah memutuskan untuk tidak lagi mengalokasikan dana kelurahan dalam APBN 2021, seperti yang dialokasikan melalui APBN 2020.

Pada tahun ini kebutuhan dana kelurahan dimasukkan dalam dana alokasi umum (DAU) pada daerah masing-masing.

“Jadi seharusnya kelurahan dan operasi kelurahan itu sudah ada di dalam anggarannya APBD, karena dia perpanjangan dari pemda,” katanya dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Selasa 18 Januari 2021 lalu.

Sri Mulyani mengatakan, penganggaran dana untuk kelurahan pada 2021 berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

Pada tahun lalu, pemerintah memutuskan mengalokasikan dana kelurahan secara tersendiri, walaupun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aparat pemerintah daerah.

Saat itu, dana kelurahan bersumber dari APBD dan DAU tambahan bantuan pendanaan kelurahan, yang diatur Permendagri Nomor 130/2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan, sejalan dengan PMK Nomor 8/PMK.07/2020 tentang Tata Cara Penyaluran DAU Tambahan 2020.

Ketika terjadi pandemi, dana kelurahan yang semula hanya digunakan untuk membangun sarana dan prasarana kelurahan dan memberdayakan masyarakat di kelurahan, dapat di-refocusing untuk kegiatan lain.

Misalnya, mendukung pendanaan pencegahan dan penanganan Covid-19, serta memberi bantuan pada masyarakat miskin yang terdampak secara ekonomi.

Pada dokumen APBN Kita edisi Januari 2021, tercatat realisasi DAU tambahan bantuan pendanaan kelurahan pada 2020 senilai Rp 2,77 triliun. Dana tersebut tersalur kepada 399 daerah pada tahap I dan 370 daerah pada tahap II.

Adapun pada tahun ini, pemerintah menganggarkan DAU senilai total Rp 390,3 triliun atau naik 1,5% dari Rp 384,4 triliun pada tahun lalu.

Namun Sri Mulyani tidak memerinci DAU yang harus ditransfer pemda untuk kelurahan.

“Sudah ada di dalam formula DAU-nya, yang kami harap tetap dialokasikan oleh pemerintah-pemerintah daerah dalam mendukung fungsi dari kelurahan tersebut,” ujarnya, mengutip DDTCNews, Minggu (23/1/2021).

Sebelumnya, Sri Mulyani menerima pertanyaan mengenai kelanjutan dana kelurahan dari anggota Komite II DPD RI. Menurut mereka, masyarakat penasaran dengan kelanjutan anggaran dana kelurahan, termasuk dari pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). (*)

Bapenda Sulsel       DPRD Kota Makassar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *